Minggu, 06 September 2015

Tentang Penulis : Kenalan Yuk!!

6:28 AM 0 Comments
Assalamu’alaikum…
Tak kenal maka tak sayang, pasti udah pada tau pepatah legend itu kan?? Well, let me introduce myself. My name’s Chika Andriyani Gumay Santi (itu nama apa rel kereta? wkwkwk – 
someone said), but you can call me Chika/Ica. I’m a student of STMIK Global, salah satu perguruan tinggi di Tangerang. Sekarang ini lagi menempuh pendidikan di Semester 5 jurusan Tehnik Informatika. Graduated from SMKN 1 Kab.Tangerang di jurusan Multimedia. Alamatnya di Citra Raya, buat orang Tangerang pasti familiar banget sama daerah. Bitung kesana dikit lah. Have a boyfriend? NO! Aku asli single. S.I.N.G.L.E ya bukan J.O.M.B.L.O, what’s the diffrence? Kalo single itu PILIHAN kalo jomblo itu 
TAKDIR 😀
What are the things i loved? Banyak banget! Aku suka musik, mengarang bebas yah semacam bikin cerita, suka masak (experimen lebih tepat), suka nyanyi (walau pas-pasan), dan suka desain grafis. Itu alasan aku milih multimedia. Aku juga sebenarnya suka jalan-jalan tai berhubung masih di kurung sama emak jadi ya gak bisa kemana-mana dengan bebas. Anak kuliahan aja masih di jaga banget. Love u so much, Mom *muaachh*
Oh aku juga suka banget lihatin alat-alat make up. Liatin doang sih, kalo pakainya sih gak bisa. Kayaknya itu hal wajar kan buat para ladies yang suka dandan apalagi udah menuju dewasa gini. Tapi bukan berarti punya alat make up se-abrek ya.. Karena judulnya suka lihat alat-alat kecantikan gitu ya jadi cuma sebatas lihat bukan beli. Saat ini yang ada di make up pouch aku standar lah ya.. cuma punya bedak, BB cream, sama lipstik aja. Simple? I think YES!
Di blog ini lebih kebanyakan hasil-hasil desain yang pernah aku bikin. Mulai dari polar, lomo effect ala insta gitu, manipulasi, dan lain-lain. Mungkin semacam vector, WPAP, smudge pun menyusul. Mau mengasah skill yang masih amatir dulu baru bisa di post di blog. Untuk aktifitas juga i don’t have anything plan right now. Gak tau deh ya bakal di isi apa yang penting di siapin dulu.
Oke, sekian dari aku.. Let’s be a good friend and let’s talk about everything. Akun sosmed? silahkan bergerak ke halaman ‘Find me On?’
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Review : Vaseline Healthy White Insta Fair

5:55 AM 0 Comments


VASELINE INSTA FAIR
Assalamu’alaikum ladies..
Setelah sebelumnya aku posting tentang FF Sasusaku, kali ini aku mau coba review hand body yang baru aku beli dan yaahh bisa di bilang ini first impression aku di bidang/? Hand body. Yap..!! ini dia Vaseline Healthy White Insta Fair *prokk prokk prokk*


(Ini adalah penampakan cover depan nya. Maafkan kamera yg blur ini)

(Ini adalah testimony produknya di tanganku)
Oke, kita mulai!! Sebelumnya aku cerita sedikit ya. Pertama kali minat/? Sama produk ini karena ngeliat iklan di TV yang katanya bisa mencerahkan kulit sejak pertama kali pemakaian. Awalnya sih fikir2 dulu dan setelah menimbang2 akhirnya aku coba yg versi mini dulu.

Pas di aplikasikan di kulit, ternyata si Vaseline ini mudah meresap ke kulit aku dan cukup melembabkan juga dan yg pasti lumayan long-lasting kok di kulit normal aku. Buat yg kulitnya kering mungkin harus sering2 di aplikasikan ke kulit ya. Si Vaseline ini juga wangi banget and I like it. Menurut aku sih wangi nya nggak neko-neko amat lah, dan nggak bikin puyeng. *maklum ini hidung sensian banget sama bau2an gitu*. Daaann.. nggak lengket juga.

Buat janji produk yang katanya bisa mencerahkan, aku fikir cukup terbukti juga sih. Pertama kali pake hand body ini juga udah mulai ‘agak’ kelihatan cerah. Yah minimal ada perbedaan antara nggak pake Vaseline sama yang pake Vaseline. Sejauh ini belum ada minus nya untuk produk ini.

So, Repurchase? I think, YESS!!

Sabtu, 05 September 2015

[Sasusaku] The Motel - Chapter 8 END

5:45 AM 0 Comments


Title : Kita Pulang
The Motel
Chap 8
Genre : Horror, romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura, Naruto, Ino, Sai, Temari
Cast lain menyusul . . . .
Pair : Sasusaku, SaIno
Warning : AU, OOC, abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. "jangan berisik . nanti mereka dengar" "mereka? Mereka siapa?" "ada rahasia dalam rumah ini" "maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti" "dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari sini". Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON'T LIKE, DON'T READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON'T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~

Previous Chap
.
.
Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*

[Prev Chap]
Disisi lain, Sasuke yang kembali dari kamar Naruto mendadak panik mengetahui Sakura sudah tidak ada disana. Bercak darah di rumput tempat dimana Sakura berada tadi semakin membuatnya kalut. Pemuda raven tersebut menjambak rambutnya frustasi sambil berteriak. Itachi yang mendengar teriakan adiknya segera menghampiri.
“Sasuke! Kau kenapa? Dan.. dimana Sakura?” Tanya Itachi. Sasuke jatuh terduduk sambil menunduk dalam-dalam.
“A-aku.. tak tau”
.
.
Happy Reading..
.
.
Sakura membuka matanya dan terkejut mendapati dirinya dalam keadaan terikat di kursi dengan mulut tersumpal kain.
“Sudah sadar, nona pinky?” suara Orochimaru mengangetkannya. Sakura beringsut ketakuran.
“Jangan takut. Sebelum kau mati menyusul teman-temanmu, aku akan memberimu sedikit rahasia. Yah, setidaknya kau mati tanpa rasa penasaran sedikitpun kan?” Orochimaru menyeringai sambil mengelus pelan pipi Sakura.
Sakura memundurkan wajahnya ketika tangan dingin Orochimaru menyentuh permukaan kulitnya. Di hadapannya, Orochimaru masih setia menunggu respon Sakura. Dengan perlahan gadis bersurai pink itu mengangguk lemah.
“Okay swetty. Tapi tolong jangan menangis karena aku paling tidak kuat melihat orang menangis apalagi wanita. Kau tau? Tangisanmu mengingatkanku pada mendiang istriku. Dia menangis dan memohon agar aku tidak membunuhnya” Orochimaru mendesah pelan.
“Padahal dia tau, bagaimana bisa aku membunuh orang yang sangat ku cintai? Kau pasti berfikiran begitu kan? Tapi kalau bukan karena okaa-san yang meminta ku untuk… Haaaa!!!”
Sakura semakin ketakutan melihat Orochimaru mengamuk dan menghancurkan barang-barang di kamar. Setelah kemarahannya mereda, Orochimaru mengeluarkan sapu tangan dan menghapus air mata Sakura.
“Kau harus tau bahwa aku bukan orang jahat. Bahkan, aku adalah malaikat penolong bagi sebagian orang. Aku mengambil organ dalam orang mati hanya demi menyelamatkan mereka yang sedang sekarat. Aku baik kan? Aku tidak pernah membunuh kecuali untuk alasan yang jelas. Bahkan, aku selalu mendoakan orang-orang yang telah ku bunuh, terutama istriku…”
Wajah sendu Orochimaru pun muncul, ia mulai terisak pelan. Disaat seperti itu, Sakura mulai mencari cara untuk melarikan diri.
“Ku akui, ada iblis di dalam diriku. Iblis itu mengalir dalam darahku. Tapi percayalah, itu bukan aku. Bukan aku!!” Orochimaru kembali meradang. Sakura tersentak kaget.
“Okaa-san adalah iblis yang sebenarnya. Dialah yang memaksa ku membunuh istriku sendiri” Orochimari makin terisak. Air mata yang mengalir telah tercampur oleh amarah yang telah lama ia pendam. Seketika Orochimaru menatap tajam ke arah Sakura. Dengan gerakan cepat, ia melepas plester di mulut Sakura.
“Kau harus membunuhku.” Mata Sakura terbelalak kaget ‘Apa dia gila? Dia tidak serius kan?’ inner Sakura.
“A-apa kau yakin?” Ucap Sakura terbata. Ia benar-benar tak mengerti jalan fikiran orang di hadapannya ini. Padahal tadi dia ingin sekali membunuhnya.
“Ya, kau harus membunuhku. Sekarang! Sekarang adalah waktu yang tepat. Kau takkan tau seberapa besar keinginanku untuk menyusul istriku. Lagipula Karin juga pasti sudah pergi meninggalkanku.” Orochimaru membuka ikatan di tubuh Sakura dan memberinya sebuah diary.
“Simpan ini dan jaga baik-baik. Aku percaya kau mau melakukannya untukku. Janji, kau pasti bisa!” Orochimaru tersenyum sesaat. Sakura terpaksa mengangguk menyetujui.
“Ayo, tembak! Cepat!” Sakura hanya bisa menangis dengan tangan yang gemetaran
Orochimaru mengangguk meyakinkan Sakura. “Kau bisa. Kau hanya perlu menarik pelatuknya dan semua selesai.”
Setelah beberapa detik yang menegangkan, akhirnya Sakura menurunkan pistol dari kening Orochimaru. Dengan senyum penuh kemenangan, Orochimaru mengambil pistol dari tangan Sakura.
“Sekarang giliranku.” Orochimaru mengarahkan pistolnya tepat di kepala Sakura. Pada saat yang bersamaan, Itachi mendobrak pintu tersebut. Sasuke masuk dengan sikap siaga.
BRAKK!!
“Cukup!! Lepaskan pistol itu” pinta Itachi dengan hati-hati. “Semua telah berakhir.”
Orochimaru menyeringai. “Tidak semuanya” dia berbalik dengan cepat dan tiba-tiba terdengar suara tembakan. Orochimaru terkapar dengan darah menggenang di lantai. Sai memastikan kalau Orochimaru telah meninggal.
Sasuke berlari ke arah Sakura dan memeluknya dengan erat. Air mata mengalir deras dari pipi Sakura. “Hiks.. Sasuke-kun syukurlah kalian selamat”
Dengan langkah gontai Itachi, Sai, Sasuke, dan Sakura turun dari lantai atas. Mereka bertemu Naruto dan Ino di pintu luar motel.

[Sasusaku] The Motel - Chapter 7

5:33 AM 0 Comments


Title : Menghilangnya Sakura
The Motel
Chap 7
Genre : Horror, romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura, Naruto, Ino, Sai, Temari
Cast lain menyusul . . . .
Pair : Sasusaku, SaIno
Warning : AU, OOC, abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. "jangan berisik . nanti mereka dengar" "mereka? Mereka siapa?" "ada rahasia dalam rumah ini" "maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti" "dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari sini". Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON'T LIKE, DON'T READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON'T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~

Previous Chap

.
.
Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*

[Prev Chap]
“Welcome Dei. Kita berada di wilayah yang mereka sebut Rumah Ratu Vampire” gumam Itachi membuat Deidara beringsut mendekat kearah Itachi.
“Maksudmu, hewan kecil itu adalah kelelawar?”
Belum sempat Itachi menjawab, hewan yang disebut kelelawar itu terbang secara bersamaan mendekati Deidara dan Itachi. Dengan satu tarikan, Itachi mengajak Deidara masuk ke mobil.
BRAKK!!
“Hampir saja.. kelelawar jenis apa mereka itu? Aku belum pernah melihatnya. Itu pasti bukan kelelawar biasa” racau Deidara.
“Lebih tepatnya Kelelawar vampire” – Itachi
.
.
Happy Reading..
.
.
“Kelelawar vampire?”
“Hn. Dinamakan kelelawar vampire karena makanan pokok mereka adalah darah, bukan buah-buahan” Jelas Itachi.
“Tak ku sangka ternyata kelelawar jenis itu ada juga disini. Memikirkannya saja sudah membuatku merinding, un” gumam Deidara sambil memeluk erat lengan Itachi.
“Hei!! Lepaskan tanganmu, aku masih normal ‘tau. Menjijikan sekali” gerutu Itachi tak terima tubuhnya di ‘jamah’ oleh Deidara.
“Cih.. kau fikir aku maho? Ah.. tapi kenapa bisa ada kelelawar jenis itu, un?” Tanya Deidara.
Itachi menyenderkan tubuhnya di jok mobil seraya menghela nafas pelan “Kelelawar vampire terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Demodus Rotundus, Diaemus Youngi, dan Diphylla Ecaudata. Tapi yang menjadi musuh para peternak adalah yang jenis pertama. Mereka bisa menghisap darah sapi, kuda, atau babi selama setengah jam non stop. Sedangkan 2 jenis lainnya hanya menghisap darah burung. Biasanya sih mereka banyak ditemukan di beberapa Negara bagian Eropa dan benua Amerika, baik Tengah maupun Selatan.”
Deidara mengangguk tanda mengerti “Tapi bagaimana mereka bisa sampai sini kalau populasi mereka banyak di negara Eropan?”
Itachi menatap tajam jalanan yang lurus “Itulah yang harus kita cari tahu. Kemungkinan besar Sasuke dan yang lain juga bisa kita temukan.” Saat itulah Deidara tau bahwa Itachi benar-benar serius akan mencari tau semua kejadian janggal yang baru saja mereka alami. ‘Sasuke.. ku harap sepupuku Ino baik-baik saja’ batin Deidara
Mereka kembali melanjutkan sisa perjalanan dalam hening. Itachi dengan wajah seriusnya tampak berfikir keras. Deidara focus pada jalanan di hadapannya yang mulai dikelilingi kabut tebal.
Tiba-tiba terdengar suara letusan ban yang pecah. Mobil berjalan oleng dan terbalik. Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri dan mereka pun tak dapat bergerak. Darah mengalir dari sekujur tubuh mereka.
.
.
.
Kabuto tiba dengan mobil dereknya. Dia memeriksa kondisi Itachi dan Deidara yang berada dalam posisi terbalik di mobil. Ia sempat terkejut begitu mendengar suara batuk Itachi.
“Tolong.. uhukk uhukk” Itachi terbatuk kecil

[Sasusaku] The Motel - Chapter 6

5:27 AM 0 Comments


Title : Kedatangan Itachi
The Motel
Chap 6
Genre : Horror, romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura, Naruto, Ino, Sai, Temari
Cast lain menyusul . . . .
Pair : Sasusaku, SaIno, ShikaTema
Warning : AU, OOC, abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. "jangan berisik . nanti mereka dengar" "mereka? Mereka siapa?" "ada rahasia dalam rumah ini" "maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti" "dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari sini". Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON'T LIKE, DON'T READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON'T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~


Previous Chap


.
.
Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*

Prev Chap
" Aku kecewa Sasuke-kun dan yang lain tak mau percaya padaku " sakura memulai aksi ngambeknya
" Tenanglah jidat, aku yakin Sasuke-kun bukannya tak percaya. Hanya saja ia butuh bukti. Kau tau perangainya Uchiha itu bukan? Lagipula omogan bibi itu tidak harus di percaya bukan? "
" Aku setuju dengan Ino, Sakura-chan " Temari mulai buka suara
" Kalian ini! Aku benar-benar tak mengerti dengan kalian. Aku tidak mungkin berbohong. Ikut aku, akan ku tunjukkan sesuatu " dengan paksa Sakura menarik Ino dan Temari menuju dapur.
" Buka kulkas itu " titah Sakura. Ino menurut dan membuka kulkas tersebut. Dia menemukan sejumlah makanan dan minuman segar. Tak ada yang mencurigakan bukan?
" Mustahil.. " lirih Sakura " Aku yakin tadi – "
" Sudahlah Sakura-chan, sebaiknya kau istirahat agar besok – "
" Jadi kalian tak percaya padaku? Terserah! "
" Bukan begitu jidat, tapi – " dengan kesal Sakura pergi meninggalkan kedua sahabatnya. Malam itu mereka tidur tanpa ada sepatah kata yang terlontar. Paginya teriakan Ino membangunkan penghuni Motel. Di depan pintu kamarnya tergeletak jasad Shikamaru dengan luka bekas gigitan di lehernya.
.
.
Happy Reading..
.
.
“Sekarang kalian percaya padaku kan?” Sakura berteriak gusar menatap teman-temannya
Sai dan Sasuke mengusap gusar wajah dan rambutnya yang mendadak terasa berat. Di hadapannya Shikamaru tergeletak tak bernyawa. Pandangan Sasuke beralih kearah Sakura yang kini di apit oleh Ino dan Temari. Mereka benar-benar tidak tau harus berbuat apalagi.
Sasuke menghela napas berat. “Kemasi barang-barang kalian, kita pulang malam ini”
“Tapi bagaimana dengan Shikamaru?” Tanya Temari
“Kita terpaksa menguburnya disini Temari” jawab Sasuke
“lalu Kiba dan Hinata?” Tanya Ino
“Kita minta bantuan polisi untuk mencari mereka” – Sai
“Naruto? Bagaimana dengan dia?” Tanya Sakura
Tanpa menjawab, Sasuke bergegas menuju kamar nya. Sampai disana, ia terkejut melihat seseorang tengah duduk disamping Naruto yang tertidur lelap. Pria dewasa berkacamata itu mengenakan jas putih khas dokter.
“Siapa kau?” Tanya Sasuke
“Oh ya, perkenalkan, nama saya Orochimaru. Ayah Karin” Orochimaru mengulurkan tangannya.
“Hn, Karin banyak cerita tentangmu” balas Sasuke pelan
Orochimaru mengalihkan pandangannya kepada Naruto “Bagaimana dia?”
“Semalam tidurnya tidak tenang, Dok. Dia juga meracau memanggil-manggil Hinata temannya. Badannya gemetaran dan mulutnya tiba-tiba gagu.” Jelas Sai
Orochimaru menempelkan tangannya di kening dan leher Naruto. Tiba-tiba Naruto terduduk dan berteriak histeris. Orochimaru dan Sasuke berusaha keras untuk menenangkannya. Naruto secara perlahan kembali rileks setelah di tenangkan oleh Orochimaru.
“Sedikit rumit. Biar saya periksa dulu ya” dengan cekatan dokter yang memiliki iris bak Ular itu mengambil stetoskop dan mulai memeriksa Naruto.
“Nah Naruto-san, coba buka mulutmu” Naruto hanya diam menurut setelah Orochimaru mengarahkan senter ke mulutnya.

[Sasusaku] The Motel - Chapter 5

3:58 AM 0 Comments


Title : Rahasia
The Motel
Chap 5
Genre : Horror, romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura, Naruto, Ino, Sai, Temari, Shikamaru
Cast lain menyusul . . . .
Pair : Sasusaku, SaIno, ShikaTema
Warning : AU, OOC, abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. "jangan berisik . nanti mereka dengar" "mereka? Mereka siapa?" "ada rahasia dalam rumah ini" "maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti" "dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari sini". Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON'T LIKE, DON'T READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON'T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~




Previous Chap


.
.
Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*
Prev Chap
" kau mau kemana Kiba? " Shikamaru dan Sai yang baru masuk bertanya
" keluar. Cari angin! Di kamar panas " balas Kiba dingin meninggalkan tatapan heran. Shikamaru dan Sai berpandangan sebentar lalu saling mengangkat bahu
" hati-hati kiba " teriak Sai dari kejauhan berharap sang empu mendengarnya. Ketika ingin menutup pintu kamar, kedua laki-laki tersebut di kagetkan dengan kedatangan Sakura dan Ino dengan wajah panik.
" kalian kenapa? "
" Temari.. dia.. "
.
.
Happy Reading..
.
.
Yamanaka Ino, gadis bak barbie berambut pirang sedang duduk termenung di teras motel. Di tangan nya terdapat sebuah figura dengan ukiran rumit yang cantik. Air mata turun makin deras kala ia melihat sebuah foto salah satu dari tiga sahabatnya. Hinata Hyuuga, salah satu sahabat nya yang tersayang dan yang sering menjadi penengah di setiap pertengkaran nya. menghilangnya Hinata jelas membuat ia begitu terpukul, sungguh mendadak padahal ia sudah membayangkan liburan menyenangkan bersama sahabat-sahabatnya.
Sebuah tangan menghapus pelan air mata Ino dari belakang, ia tersentak sejenak sebelum akhirnya kembali menangis
" Kau jelek " Ino melotot tajam kepada suara yang ia yakini milik Sai
" Diam kau muka palsu " desis Ino tak terima
" Kkk~ begitu lebih baik Ino-chan, tak boleh ada air mata di liburan – "
" Kau bilang apa? Liburan? Ck! Kau sudah gila ternyata " potong Ino membuat Sai mengerucut sebal
" Aku belum selesai berbicara jelek! Ku bilang tak boleh ada air mata di liburan menyedihkan ini. Kau harus kuat dan bertahan. Kau harus semangat supaya Hinata-san tidak sedih disana. Kau harus tetap hidup dan mendoakannya " Ino menunduk, ia telah salah sangka terhadap pemuda yang diam-diam ia taksir.
" G-gomen Sai-kun. A-aku hanya masih tak bisa menerima – "
GREP
Sai memeluk Ino hangat, pelukan penuh kasih sayang berharap Ino akan berhenti menangis.. berharap pelukan ini bisa menghiburnya
" Semua akan baik-baik saja Ino-chan. Sudah berhenti menangis ya " tenang dan hangat.. perasaan keduanya secara tak sadar telah tersampaikan. Kita tinggalkan sejenak pasangan SaIno ini.
.
.
Shikamaru duduk termenung di pinggir ranjang. Mata gelap nya menerawang jauh sebelum ia berangkat ke tempat terkutuk ini. Kenangan nya dengan temari membekas di ingatan nya meskipun perempuan itu kasar dan merepotkan tapi shikamaru tau bahwa perempuan bername tag Sabaku Temari itu adalah perempuan baik dan lembut.
Shikamaru sedang tidur di sebuah bangku panjang di taman belakang sekolah, menikmati semilir angin sore yang menenangkan membuatnya hanyut dalam mimpi indahnya sampai sebuah sabetan pelan membangunkan shikamaru
" Dasar pemalas, hey sekolah sudah berakhir 15 menit yang lalu dan kau masih asik tertidur disini? " Shikamaru mengamati gadis merepotkan di hadapan nya.
" Hah mendokusai na. Apa masalahmu noona... Sabaku Temari? " dengan malas Shikamaru berucap pelan
" Ck! Sana pulang hari sebentar lagi hujan " setelah berkata Temari langsung pergi meninggalkan Shikamaru yang melongo
" Hahh~ dia anak baru minggu kemarin kan? Mendokusai.. " pelan-pelan Shikamaru bangkit dari tempat tidur nyaman nya dan segera pulang.
Shikamaru tersenyum mengingat pertemuan konyol nya dengan temari yang saat itu masih berstatus anak baru di sekolahnya. Temari memang tidak secantik Sakura atau kedua teman nya tapi entah mengapa temari mempunyai pesona tersendiri yang mampu menarik perhatian Shikamaru. Suara berisiknya serta kata-kata tajam nya terselip sebuah perhatian kecil yang di tujukan untuk orang-orang terdekatnya dan Shikamaru menyadari hal itu. Lelah berfikir tentang Temari, Shikamaru memutuskan untuk tidur.

Follow Us @soratemplates