Title :
Menghilangnya Hinata
The Motel
Chap 3
Genre : Horror,
romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !!
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura,
Naruto, Hinata, Ino, Sai, Temari, Shikamaru OC
Cast lain menyusul . .
. .
Pair : Sasusaku
Warning : AU, OOC,
abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu
harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur
nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang
telah terjadi. ”jangan berisik . nanti mereka dengar” “mereka? Mereka siapa?”
“ada rahasia dalam rumah ini” “maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti”
“dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari
sini”. Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON’T LIKE, DON’T
READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
.
.
Previous Chap
Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*
Prev Chap
“ aku melihat wanita berbaju putih
melintas di depan kita “ jelas sasuke membuat teman-teman nya tercengang
“ kau yakin? Aku tidak melihat apapun
tadi teme “
“ s-sebaiknya kita m-melanjutkan
perjalanan kita “ ucapan hinata kembali menyadarkan mereka bahwa dari tadi
mereka telah membuang-buang waktu. Dan kesembilan remaja itu kembali berjalan
berharap menemukan tempat penginapan
.
.
.
Happy
Reading..
.
.
BANGUNAN kuno dua tingkat itu terbuat dari
batu merah. Lokasinya cukup jauh dari peradaban. Tidak ada rumah tetangga di
kanan kirinya selain pohon-pohon besar laksana raksasa. Area pekarangannya
sangat luas. Untuk mencapainya harus melewati jalan setapak yang cukup terjal
dan licin. Dari luar hanya terlihat cahaya remang-remang. Semakin dekat suhu di
sekitar kian lembab, aroma bunga melati juga semakin menyengat penciuman. Di
bagian atas bangunan terpampang papan besar bertuliskan “MOTEL”. Tak ada nama, alamat, atau petunjuk lainnya. Dan kesanalah
mereka semua menuju.
Sasuke
mengetuk pintu depan yang terlihat kumuh. Tak ada sahutan – pikirnya. Dia
mendorong intu tersebut hingga menimbulkan suara decitan. Tanpa membuang waktu
mereka melangkah masuk menatap sekeliling ruangan yang tampak tidak terawat.
“ halo,
permisi “ terdengar gema suara naruto yang memantul dari dinding-dinding
ruangan dengan catnya yang mulai mengelupas.
kiba
bergerak mendekati meja yang dipergunakan sebagai resepsionis. Melongok ke
dalam dan tidak mendapati siapapun. Dia menekan bel yang terdapat di atas meja.
Suara gaungnya merambat pelan ke telinga mereka.
“ aneh “
bisik sai
“ bukan aneh
“ sahut kiba “ tapi misterius. Aku jadi ingat rumah berhantu kayak di Poltergeist dan The Amityville Horror. Ternyata kisah di balik kedua film itu
benar-benar misterius. Kalian mau dengar
tidak ? “
Temari
memberi isyarat untuk tidak melanjutkan cerita kiba. Para gadis menatap garang
ke arah pemuda bertato tersebut sedangkan sang empu hanya memamerkan cengiran
lebar nya.
temari duduk
di salah satu kursi tamu bergaya klasik yang sedikit berdebu. Pandangan nya
menyapu sekelilingnya. Di ruangan itu terdapat cermin besar berwarna emas
dengan ukiran, jam dinding besar di sudut ruangan, lampu gantung yang menyala
redup, tirai warna kuning keemasan, dan lilin di tiap dinding.
“ kenapa
tempat ini begitu menyeramkan ino-chan “ bisik sakura
“ tenanglah,
jidat kan pangeranmu ada di sini “ ucap ino merangkul sakura dengan wajah
bersahabat sambil melirik ke arah sasuke, menyadari lirikan ino sasuke
beringsut mendekati sakura dan mengusap pelan rambut gadis’nya’ seraya berbisik
Sakura
dengan wajah memerah hanya bisa mengangguk pelan dan menatap sasuke dengan
sorot mata ketakutan dan kecemasan tingkat dewa.
Mereka ikut
duduk bersama temari. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara suara
langkah kaki turun dari tangga. Mereka menanti dengan penuh penasaran.
Ternyata
yang muncul adalah seorang gadis belia berambut merah dengan paras nan cantik.
Dia mengenakan kaos polos berlengan tiga perempat dipadu celana panjang.
Langkah nya ringan dan senyumnya mengembang “ maaf membuat anda terlalu lama
menunggu. Mau bermalam disini? “
Sasuke dan
shikamaru bangkit mendekati meja resepsionis
“ saya Uchiha
Sasuke. Kami dari Tokyo “
“ saya
Karin, berapa orang semuanya? “
“ saya Nara
Shikamaru. Kami semua sembilan orang “
karin
bergerak mengambil sebuah buku bertuliskan ‘daftar pengunjung motel’ dan bergerak menulis data kedepalan
pengunjung motel “ maaf, atas nama siapa? “
“ sasuke, Uchiha Sasuke. Dan ini kartu pelajar
saya “ ucap sasuke ramah dengan nada datar seraya menyerahkan kartu pelajarnya.
“ berapa
kamar ? “ tanya shikamaru saat sang resepsionis masih sibuk mencatat di buku
pengunjung
“ dua saja,
kita ambil sekamar 4 orang “ tukas sungmin
“ baiklah
kami minta dua kamar 4 orang di kamar
satu dan 5 orang di kamar lain. Ada ? “ tanya yesung
“ ada, ini
kunci kamar nya nomor 3 dan 5 “ ujar lisa menyerahkan kunci kamar mereka
Dengan
santai mereka membawa barang-barang nya ke kamar masing-masing. Di perjalanan
mereka berdelapan banyak mengobrol ringan
“ sepertinya
pakaian sasuke dan sakura sama “ goda sai tepat sasaran di ikuti anggukan kiba.
Oh jangan lupakan senyum palsu nya sai itu
“ diamlah
mayat hidup “ desis sakura
“ kau baru
menyadarinya? Kami sudah sejak awal kiba-chan~
“ sambung naruto dengan menekankan kata ‘kiba-chan’
“ hiyaaaa
... panggilan apa-apaan itu baka?
Menjijikan “ geram kiba membuat mereka tertawa
sakura yang
memang tidak perduli memilih diam dan mulai bertanya sambil menarik-narik pelan
ujung jaket sasuke
“ sasuke-kun
itu lukisan siapa ? “ tanya sakura
“ itu
lukisan foto ibu ku “ ujar karin yang entah kapan muncul dari belakang
Semuanya
hanya ber-oh-ria “ oh ibu mu, cantik yah seperti anak nya “ goda kiba
Karin hanya
tersenyum sambil membetulkan letak kacamata nya. “ ini dia kamar kalian,
silahkan beristirahat dan ini kunci nya “ setelah menyerahkan kunci satu
persatu dari mereka pun masuk dan mulai menata barang-barang masing-masing
_kamar no 5_
“ sakura kau
tak lupa membawa bantal serta boneka mu kan “ temari bertanya kepada sakura yang
di balas anggukan
“ ino, kau
membawa banyak sekali persediaan make up “ ujar sakura
ino
mengangguk “ iya, kau ini seperti tidak mengetahui ku saja jida, kau sendiri
sudah bawa gadget mu? Aku tak ingin kau meminjam punya ku lho “
“ aku sudah
membawanya, ini baru mau aku mainkan “ ucap sakura seraya menyenderkan tubuhnya
di kepala ranjang berukuran sedang tersebut.
Lelah
bermain gadget, sakura memilih memandangi kamar penginapan nya. kamar ini
memiliki 4 ranjang berukuran sedang dengan sprei berwarna putih gading, cat
kamar ini berwarna abu-abu itupun sudah mulai pudar, terdapat dua kamar mandi
dengan 1 wastafel di setiap kamar mandi nya. ada air panas juga disini,
kemudian terdapat 2 buah AC dan pemanas ruangan, jendela nya hanya ada tiga di
susun memanjang bila di buka maka pemandangan awalnya ialah sebuah jalan dengan
pepohonan tinggi di setiap kiri dan kanan nya. sungguh ia lebih nyaman berada di
rumah nya di tambah lagi suhu disini yang terasa dingin mencekam serta
lingkungan yang jauh dari jangkauan manusia. – pikir sakura
‘ tou-san, kaa-san salahkah liburan
sakura kali ini ? ‘ batin sakura was-was
“ disini
dingin sekali, apa tak ada pemanas ruangan di kamar ini ? “ keluh temari
“ ada kok,
tapi belum di nyalakan. Biar aku saja “ sakura bangkit dan mulai menekan tombol
ON yang terdapat di alat pemanas ruangan tersebut.
Ino dan temari tidak bisa tidur, temari mengeluh
karna suhu kamar yang menurutnya dingin dan terkesan mencekam. Sedangkan ino
stres berat ketika masuk kamar mandi yang jorok dan di penuhi sarang laba-laba.
.
.
Sementara di
kamar laki-laki...
“ aku
seperti pernah melihat wanita dalam lukisan itu “ gumam sasuke
“ tentu
saja, itu kan ibu nya karin “ desis kiba
Yesung
terdiam, dari raut muka nya tampak ia sedang berfikir keras hingga tiba-tiba...
“ aku ingat
siapa wanita itu “ ujar sasuke
“ sudah ku
katakan itukan ibunya karin-san baka-teme
“ jawab naruto jengah
PLETAK
“ wanita itu
sama seperti yang tadi aku lihat menyebrang jalan tepat di depan ku sehingga
membuat kita kecelakaan “ balas sasuke tajam. membuat semua melongo tak percaya
Ketika kiba
ingin membuka suara, ia mendengar jeritan dari arah kamar sakura
BRAK
Naruto, shikamaru,sai, sasuke dan kiba
menerobos masuk kamar nomor 5 itu dan bertanya “ ada apa ? “
Ino keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah pucat “ ada kecoa, sai “
“ aishh ku kira ada apa mengagetkan ku saja. Sudah lah kalian istirahat saja. Malam ini kita terpaksa menginap disini. Besok pagi kita cari tukang servis dan pergi secepatnya, setuju? “ ino yang pasrah mengangguk lemah
Ino keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah pucat “ ada kecoa, sai “
“ aishh ku kira ada apa mengagetkan ku saja. Sudah lah kalian istirahat saja. Malam ini kita terpaksa menginap disini. Besok pagi kita cari tukang servis dan pergi secepatnya, setuju? “ ino yang pasrah mengangguk lemah
Temari yang
sedari tadi tidur mulai terusik oleh suara berisik sahabatnya “ ada apa sih ? “
“ eh? Tidak
ada apa-apa kok temari-chan, sudahlah sebaiknya kalian istirahat lagi “ kiba berjalan
keluarga kamar para gadis. Sedangkan temari kembali tidur atau lebih tepatnya
tidur-tiduran. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka, hinata berjalan
ke ambang pintu untuk membukakan pintu
“ s-siapa
disana? “ tanya jessica
Tak ada
sahutan. sakura dan temari saling pandang, ino yang cuek hanya mengangkat bahu
dan mulai memakai make up yang ia bawa dengan earphone terpasang di telinganya. Ia
tengah dibuai oleh alunan musik Pop
dengan tembang Sorry-sorry.
Demi melihat
tatapan ketiga rekan sekamarnya, ia melepas earphone-nya. dia mendengar suara
ketukan pintu yang berat dan lambat. Dengan beringsut, ia bangkit dan membuka
pintu secara perlahan. Hinata yang telah kembali pun beringsut mendekat ke arah
sakura dan saling merapatkan tubuh mereka.
Pintu
terbuka, tak ada siapa-siapa diluar. ino kembali menjulurkan kepalanya dan
terkejut mendapati naruto dan kiba yang mengagetkannya. Keduanya tertawa
terbahak-bahak. Sasuke menghampiri keduanya dan menjitak keras kepala mereka
PLETAK
“ kenapa
belum tidur? Jangan menakuti para gadis ? “ ucap sasuke datar
“ tanggung teme sebentar lagi subuh “ balas naruto
“ benar itu sasuke
“ sambung kiba
“ hn, terserah
kalian tapi jangan berisik “ sasuke menatap tajam duo evil itu dan pergi masuk
ke kamarnya.
“ ne, ino
kami boleh masuk ? “ tanya kyuhyun
ino hanya
melengos dan kembali merebahkan tubuh nya di kasur. Naruto dan kiba pun masuk.
Keduanya duduk di tepi ranjang hinata seraya menatap para yeoja. Hinata dan ino
memakai baju tidur tipis, temari memakai tang top dan celana pendek sedangkan
sakura memakai jaket lengan panjang
berwarna merah yang panjang nya hinga 25 cm di atas lutut dan celana pendek
yang panjang nya hanya 15 cm dari bawahan baju nya. mereka semua memang seksi
tapi sakura lebih terkesan imut dengan rambut yang di ikat dua.
“ mau
ngapain kalian ? “ tanya sakura ketus
“ sudah lah
ino, kami tau kalian semua ketakutan. Jadi tidak ada salahnya bukan kalau kami
temani. Hitung-hitung sekalian jagain kalian ya kan naruto? “ lelaki rubah yang
di panggil naruto mengangguk membenarkan perkataan kiba
“ mau jagain
apa cari-cari kesempatan? “ ketus ino
“ ya~ ino
jangan sinis begitu lah aku sama kiba tulus kok “ rajuk naruto dan kiba
tersenyum
“ oke,
kebetulan kalau begitu “ seloroh temari
“ kau ini
bagaimana sih temari, mereka ini serigala berbulu domba tahu? Suruh mereka
pergi “ usir ino
“ aku Cuma pernasaran
dengan cerita kiba tadi sore, ino-chan “
“ cerita
yang mana? “ tanya kiba
“ tentang
rumah hantu “ jawab temari datar. Hinata pun cemas karena sejujurnya ia takut
mendengar ceritanya
“ oh, yang itu. Begini ceritanya “
kiba pun
mulai bercerita. Temari dan naruto mulai mendengarkan dengan serius. Ino dan
sakura menutup kedua telinga nya, sedangkan hinata memilih tenggelam dalam
lautan musik melalui earphone yang di pinjam nya dari ino.
Menurut
cerita kiba, film Poltergeist yang
beredar tahun 1982 mengalami kutukan karena syuting di kuburan asli. Kisah
tentang pasangan suami-istri freeling beserta anak-anak mereka yang menempati
rumah baru berakhir tragis di dunia nyata. Dominique Dunne meninggal akibat di
cekik oleh teman lelakinya. Julian Beck sebagai pendeta meninggalkan karna
kanker. Will Sampson yang menjadi dokter sihir meninggal di meja operasi karna
komplikasi. Dan si kecil Heather O’Rourke yang memerankan Carol Anne tewas saat
syuting film ketiga gara-gara usus besarnya tiba-tiba rusak sehingga racun
menjalar ke seluruh tubuhnya.
“ Hi, seram
! “ kata temari
“ stop!
Stop! Stop! Berhenti ceritanya “ pinta ino
“ lalu,
bagaimana dengan The Amityville Horror?
“ tanya naruto antusias
“Film The Amityville Horror yang beredar tahun
1979 diangkat dari sebuah kisah nyata. Banyak kasus aneh menimpa para kru,
seperti kecelakaan misterius di lokasi syuting yang sempat membuat James
Brolin, sang pemeran utama harus menjalani perawatan medis.
Kejadian
sebenarnya bermula pada tanggal 14 november 1974, pukul 03.00 dini hari. Saat
itu Ronald ‘Buch’ menembaki ayahnya, Ronald DeFeo Sr., sebanyak 8x dengan
pistol Marlin di rumah mereka di 112 Ocean Avenue di Amityville, Suffolk Country, sebuah rumah mewah berlantai tiga bergaya eropa.
Sang ayah tewas seketika dengan luka di punggung dan kepalanya. Dengan sisa
peluru yang ada, Butch membunuh ibunya, Louise, dan keempat adiknya yaitu, Mark, John, Allison, dan Dawn.
Butch
tertangkap dan mengakui segala perbuatannya di depan detektif Gerald Gozaloff.
Persidangan kasus tersebut berlangsung tanggal 14 oktober 1975. Dua minggu
kemudian Butch dinyatakan bersalah dan dihukum penjara seumur hidup. Hingga
sekarang ia masih mendekam di penjara New
York State Departement.
Pada tanggal
16 februari 1976 stasiun Radio WBAB mengadakan wawancara bertema The Amityville Horror Conspiracy yang di
pandu oleh Joel Martin. Seorang
penyidik paranormal New York, Dr. Stephen Kaplan, menemukan banyak hal yang
aneh sebelum pembunuhan itu terjadi. Sejak menempati rumah barunya, Ronald Sr.
Mulai tertarik dengan dunia magis dan santanis. Dia mempelajari okultisme dan
mengoleksi banyak senjata. Ketika perjanjian nya dengan iblis ia khianati, sang
iblis menjadi murka dan merasuk ke dalam tubuh Butch dan melakukan pembunuhan
sadis.
Penulis
novel The Amityville Horror, Jay
Anson, yang melakukan penelitian di rumah itu menemukan banyak kejadian
misterius. Dia menyimpulkan adanya fenomena supranatural yang sangat menganggu
di rumah tersebut. Sampai hari ini, tak ada seorang pun yang berani tinggal di
dalam rumah angker itu. “
“ wow, mengerikan
sekali “ seru naruto dan temari mengangguk
“ sudah,
sudah, sudah! “ protes sakura sengit. “ apa tak ada cerita yang lebih enak di
dengar ? “
“ ada kok
sakura “ sahut kiba “ kau mau mendengar cerita tentang hantu yang mana lagi? The Others, The Grudge, Dark Water, The
Shinning, The Haunting, Thirteen Ghost, House of Haunted Hill ? “
“ cukup !! “
pekik ino “ sekarang kalian berdua keluar! Out, Out! “ usir ino
“ tega
banget sih ino-chan “
“ ke-lu-ar!
Atau aku akan berteriak lebih keras supaya seluruh penghuni kamar bangun “
ancam ino
“ penghuni
yang mana ? manusia atau hantu ? “ goda kiba jahil
Sakura yang
setuju dengan ino pun menyambit kiba dan naruto dengan bantal, temari tertawa
terpingkal-pingkal melihat dua namja evil itu kabur keluar kamar.
Di balik
pintu kamar nomor 5 ternyata sudah ada shikamaru dan sai yang menunggu mereka
“ korban pengusiran,
eoh? “ cibir shikamaru datar namun dari nada terdengar jelas ledekan darinya
“ diam kau
pemalas, aishh wajah tampan ku hancur sudah kena sambitan sakura “ racau naruto
lebay
“ lebih baik
kalian tidur “
“ ta... “
“ dan aku tidak
menerima penolakan! “ potong shikamaru tegas.
Kembali ke
kamar nomor 5.
Setengah jam
berlalu, hinata bangkit dari rebahannya dan berjalan keluar kamar
“
hinata-chan kau mau kemana? “ tanya sakura. hinata hanya melirik tanpa menjawab
pertanyaan sahabatnya dan ia kembali melangkah pergi.
BLAMM ..
Terdengar
suara pintu di tutup. Sakura yang tak memasang curiga langsung menarik
selimutnya dan mulai tertidur menyusul ino dan temari yang sudah terlelap.
Dalam tidurnya sakura mendengar suara pintu terbuka. Samar-samar sesosok
bayangan masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, terdengar pintu kamar tertutup.
Setengah sadar sakura merasa bahwa itu adalah hinata nya. dia baru panik ketika
keesokan paginya hinata tidak ada di kamar bahkan barang-barangnya pun ikut lenyap.
.
.
.
TBC
Haiiiiii !!!
Ciel dateng
bawa chap 3 nih, gimana? Ketebak nggak alur nya? aku sempat bingung mau milih
hinata atau temari yang di adegan terakhir. Aku bener-bener payah buat ngasih
peran ke mereka dan dengan sedikit pertimbangan tak berujung alhasil aku pilih
hinata karena dia paling pendiam. Sekarang ada yang bisa nebak besok bakal ada
apa di chap depan??
Di tunggu
RnR nya yaa....
Uchiha Ouka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar