Selasa, 21 Oktober 2014

# Anime # Fanfiction

[Sasusaku] The Motel - Chapter 3



Title : Menghilangnya Hinata
The Motel
Chap 3
Genre : Horror, romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !!
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura, Naruto, Hinata, Ino, Sai, Temari, Shikamaru OC
Cast lain menyusul . . . .
Pair : Sasusaku
Warning : AU, OOC, abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. ”jangan berisik . nanti mereka dengar” “mereka? Mereka siapa?” “ada rahasia dalam rumah ini” “maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti” “dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari sini”. Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON’T LIKE, DON’T READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
.
.

Previous Chap


Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*
Prev Chap
“ aku melihat wanita berbaju putih melintas di depan kita “ jelas sasuke membuat teman-teman nya tercengang
“ kau yakin? Aku tidak melihat apapun tadi teme “
“ s-sebaiknya kita m-melanjutkan perjalanan kita “ ucapan hinata kembali menyadarkan mereka bahwa dari tadi mereka telah membuang-buang waktu. Dan kesembilan remaja itu kembali berjalan berharap menemukan tempat penginapan
.
.
.
Happy Reading..
.
.
BANGUNAN kuno dua tingkat itu terbuat dari batu merah. Lokasinya cukup jauh dari peradaban. Tidak ada rumah tetangga di kanan kirinya selain pohon-pohon besar laksana raksasa. Area pekarangannya sangat luas. Untuk mencapainya harus melewati jalan setapak yang cukup terjal dan licin. Dari luar hanya terlihat cahaya remang-remang. Semakin dekat suhu di sekitar kian lembab, aroma bunga melati juga semakin menyengat penciuman. Di bagian atas bangunan terpampang papan besar bertuliskan “MOTEL”. Tak ada nama, alamat, atau petunjuk lainnya. Dan kesanalah mereka semua menuju.
Sasuke mengetuk pintu depan yang terlihat kumuh. Tak ada sahutan – pikirnya. Dia mendorong intu tersebut hingga menimbulkan suara decitan. Tanpa membuang waktu mereka melangkah masuk menatap sekeliling ruangan yang tampak tidak terawat.
“ halo, permisi “ terdengar gema suara naruto yang memantul dari dinding-dinding ruangan dengan catnya yang mulai mengelupas.
kiba bergerak mendekati meja yang dipergunakan sebagai resepsionis. Melongok ke dalam dan tidak mendapati siapapun. Dia menekan bel yang terdapat di atas meja. Suara gaungnya merambat pelan ke telinga mereka.
“ aneh “ bisik sai
“ bukan aneh “ sahut kiba “ tapi misterius. Aku jadi ingat rumah berhantu kayak di Poltergeist dan The Amityville Horror. Ternyata kisah di balik kedua film itu benar-benar misterius. Kalian mau dengar  tidak ? “
Temari memberi isyarat untuk tidak melanjutkan cerita kiba. Para gadis menatap garang ke arah pemuda bertato tersebut sedangkan sang empu hanya memamerkan cengiran lebar nya.
temari duduk di salah satu kursi tamu bergaya klasik yang sedikit berdebu. Pandangan nya menyapu sekelilingnya. Di ruangan itu terdapat cermin besar berwarna emas dengan ukiran, jam dinding besar di sudut ruangan, lampu gantung yang menyala redup, tirai warna kuning keemasan, dan lilin di tiap dinding.
“ kenapa tempat ini begitu menyeramkan ino-chan “ bisik sakura
“ tenanglah, jidat kan pangeranmu ada di sini “ ucap ino merangkul sakura dengan wajah bersahabat sambil melirik ke arah sasuke, menyadari lirikan ino sasuke beringsut mendekati sakura dan mengusap pelan rambut gadis’nya’ seraya berbisik
“ aku akan menjaga mu dan yang lain nya “
<!-- more -->
Sakura dengan wajah memerah hanya bisa mengangguk pelan dan menatap sasuke dengan sorot mata ketakutan dan kecemasan tingkat dewa.
Mereka ikut duduk bersama temari. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara suara langkah kaki turun dari tangga. Mereka menanti dengan penuh penasaran.
Ternyata yang muncul adalah seorang gadis belia berambut merah dengan paras nan cantik. Dia mengenakan kaos polos berlengan tiga perempat dipadu celana panjang. Langkah nya ringan dan senyumnya mengembang “ maaf membuat anda terlalu lama menunggu. Mau bermalam disini? “
Sasuke dan shikamaru bangkit mendekati meja resepsionis
“ saya Uchiha Sasuke. Kami dari Tokyo “
“ saya Karin, berapa orang semuanya? “
“ saya Nara Shikamaru. Kami semua sembilan orang “
karin bergerak mengambil sebuah buku bertuliskan ‘daftar pengunjung motel’  dan bergerak menulis data kedepalan pengunjung motel “ maaf, atas nama siapa? “
 “ sasuke, Uchiha Sasuke. Dan ini kartu pelajar saya “ ucap sasuke ramah dengan nada datar seraya menyerahkan kartu pelajarnya.
“ berapa kamar ? “ tanya shikamaru saat sang resepsionis masih sibuk mencatat di buku pengunjung
“ dua saja, kita ambil sekamar 4 orang “ tukas sungmin
“ baiklah kami minta dua kamar  4 orang di kamar satu dan 5 orang di kamar lain. Ada ? “ tanya yesung
“ ada, ini kunci kamar nya nomor 3 dan 5 “ ujar lisa menyerahkan kunci kamar mereka
Dengan santai mereka membawa barang-barang nya ke kamar masing-masing. Di perjalanan mereka berdelapan banyak mengobrol ringan
“ sepertinya pakaian sasuke dan sakura sama “ goda sai tepat sasaran di ikuti anggukan kiba. Oh jangan lupakan senyum palsu nya sai itu
“ diamlah mayat hidup “ desis sakura
“ kau baru menyadarinya? Kami sudah sejak awal  kiba-chan~ “ sambung naruto dengan menekankan kata ‘kiba-chan’
“ hiyaaaa ... panggilan apa-apaan itu baka? Menjijikan “ geram kiba membuat mereka tertawa
sakura yang memang tidak perduli memilih diam dan mulai bertanya sambil menarik-narik pelan ujung jaket sasuke
“ sasuke-kun itu lukisan siapa ? “ tanya sakura
“ itu lukisan foto ibu ku “ ujar karin yang entah kapan muncul dari belakang
Semuanya hanya ber-oh-ria “ oh ibu mu, cantik yah seperti anak nya “ goda kiba
Karin hanya tersenyum sambil membetulkan letak kacamata nya. “ ini dia kamar kalian, silahkan beristirahat dan ini kunci nya “ setelah menyerahkan kunci satu persatu dari mereka pun masuk dan mulai menata barang-barang masing-masing
_kamar no 5_
“ sakura kau tak lupa membawa bantal serta boneka mu kan “ temari bertanya kepada sakura yang di balas anggukan
“ ino, kau membawa banyak sekali persediaan make up “ ujar sakura
ino mengangguk “ iya, kau ini seperti tidak mengetahui ku saja jida, kau sendiri sudah bawa gadget mu? Aku tak ingin kau meminjam punya ku lho “
“ aku sudah membawanya, ini baru mau aku mainkan “ ucap sakura seraya menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang berukuran sedang tersebut.
Lelah bermain gadget, sakura memilih memandangi kamar penginapan nya. kamar ini memiliki 4 ranjang berukuran sedang dengan sprei berwarna putih gading, cat kamar ini berwarna abu-abu itupun sudah mulai pudar, terdapat dua kamar mandi dengan 1 wastafel di setiap kamar mandi nya. ada air panas juga disini, kemudian terdapat 2 buah AC dan pemanas ruangan, jendela nya hanya ada tiga di susun memanjang bila di buka maka pemandangan awalnya ialah sebuah jalan dengan pepohonan tinggi di setiap kiri dan kanan nya. sungguh ia lebih nyaman berada di rumah nya di tambah lagi suhu disini yang terasa dingin mencekam serta lingkungan yang jauh dari jangkauan manusia. – pikir sakura
‘ tou-san, kaa-san salahkah liburan sakura kali ini ? ‘ batin sakura was-was
“ disini dingin sekali, apa tak ada pemanas ruangan di kamar ini ? “ keluh temari
“ ada kok, tapi belum di nyalakan. Biar aku saja “ sakura bangkit dan mulai menekan tombol ON yang terdapat di alat pemanas ruangan tersebut.
Ino  dan temari tidak bisa tidur, temari mengeluh karna suhu kamar yang menurutnya dingin dan terkesan mencekam. Sedangkan ino stres berat ketika masuk kamar mandi yang jorok dan di penuhi sarang laba-laba.
.
.
Sementara di kamar laki-laki...
“ aku seperti pernah melihat wanita dalam lukisan itu “ gumam sasuke
“ tentu saja, itu kan ibu nya karin “ desis kiba
Yesung terdiam, dari raut muka nya tampak ia sedang berfikir keras hingga tiba-tiba...
“ aku ingat siapa wanita itu “ ujar sasuke
“ sudah ku katakan itukan ibunya karin-san baka-teme “ jawab naruto jengah
PLETAK
“ wanita itu sama seperti yang tadi aku lihat menyebrang jalan tepat di depan ku sehingga membuat kita kecelakaan “ balas sasuke tajam. membuat semua melongo tak percaya
Ketika kiba ingin membuka suara, ia mendengar jeritan dari arah kamar sakura
BRAK
 Naruto, shikamaru,sai, sasuke dan kiba menerobos masuk kamar nomor 5 itu dan bertanya “ ada apa ? “
Ino keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah pucat “ ada kecoa, sai “
“ aishh ku kira ada apa mengagetkan ku saja. Sudah lah kalian istirahat saja. Malam ini kita terpaksa menginap disini. Besok pagi kita cari tukang servis dan pergi secepatnya, setuju? “ ino yang pasrah mengangguk lemah
Temari yang sedari tadi tidur mulai terusik oleh suara berisik sahabatnya “ ada apa sih ? “
“ eh? Tidak ada apa-apa kok temari-chan, sudahlah sebaiknya kalian istirahat lagi “ kiba berjalan keluarga kamar para gadis. Sedangkan temari kembali tidur atau lebih tepatnya tidur-tiduran. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka, hinata berjalan ke ambang pintu untuk membukakan pintu
“ s-siapa disana? “ tanya jessica
Tak ada sahutan. sakura dan temari saling pandang, ino yang cuek hanya mengangkat bahu dan mulai memakai make up yang ia bawa  dengan earphone terpasang di telinganya. Ia tengah dibuai oleh alunan musik Pop dengan tembang Sorry-sorry.
Demi melihat tatapan ketiga rekan sekamarnya, ia melepas earphone-nya. dia mendengar suara ketukan pintu yang berat dan lambat. Dengan beringsut, ia bangkit dan membuka pintu secara perlahan. Hinata yang telah kembali pun beringsut mendekat ke arah sakura dan saling merapatkan tubuh mereka.
Pintu terbuka, tak ada siapa-siapa diluar. ino kembali menjulurkan kepalanya dan terkejut mendapati naruto dan kiba yang mengagetkannya. Keduanya tertawa terbahak-bahak. Sasuke menghampiri keduanya dan menjitak keras kepala mereka
PLETAK
“ kenapa belum tidur? Jangan menakuti para gadis ? “ ucap sasuke datar
“ tanggung teme sebentar lagi subuh “ balas naruto
“ benar itu sasuke “ sambung kiba
“ hn, terserah kalian tapi jangan berisik “ sasuke menatap tajam duo evil itu dan pergi masuk ke kamarnya.
“ ne, ino kami boleh masuk ? “ tanya kyuhyun
ino hanya melengos dan kembali merebahkan tubuh nya di kasur. Naruto dan kiba pun masuk. Keduanya duduk di tepi ranjang hinata seraya menatap para yeoja. Hinata dan ino memakai baju tidur tipis, temari memakai tang top dan celana pendek sedangkan sakura memakai jaket  lengan panjang berwarna merah yang panjang nya hinga 25 cm di atas lutut dan celana pendek yang panjang nya hanya 15 cm dari bawahan baju nya. mereka semua memang seksi tapi sakura lebih terkesan imut dengan rambut yang di ikat dua.
“ mau ngapain kalian ? “ tanya sakura ketus
“ sudah lah ino, kami tau kalian semua ketakutan. Jadi tidak ada salahnya bukan kalau kami temani. Hitung-hitung sekalian jagain kalian ya kan naruto? “ lelaki rubah yang di panggil naruto mengangguk membenarkan perkataan kiba
“ mau jagain apa cari-cari kesempatan? “ ketus ino
“ ya~ ino jangan sinis begitu lah aku sama kiba tulus kok “ rajuk naruto dan kiba tersenyum
“ oke, kebetulan kalau begitu “ seloroh temari
“ kau ini bagaimana sih temari, mereka ini serigala berbulu domba tahu? Suruh mereka pergi “ usir ino
“ aku Cuma pernasaran dengan cerita kiba tadi sore, ino-chan “
“ cerita yang mana? “ tanya kiba
“ tentang rumah hantu “ jawab temari datar. Hinata pun cemas karena sejujurnya ia takut mendengar ceritanya
“ oh,  yang itu. Begini ceritanya “
kiba pun mulai bercerita. Temari dan naruto mulai mendengarkan dengan serius. Ino dan sakura menutup kedua telinga nya, sedangkan hinata memilih tenggelam dalam lautan musik melalui earphone yang di pinjam nya dari ino.
Menurut cerita kiba, film Poltergeist yang beredar tahun 1982 mengalami kutukan karena syuting di kuburan asli. Kisah tentang pasangan suami-istri freeling beserta anak-anak mereka yang menempati rumah baru berakhir tragis di dunia nyata. Dominique Dunne meninggal akibat di cekik oleh teman lelakinya. Julian Beck sebagai pendeta meninggalkan karna kanker. Will Sampson yang menjadi dokter sihir meninggal di meja operasi karna komplikasi. Dan si kecil Heather O’Rourke yang memerankan Carol Anne tewas saat syuting film ketiga gara-gara usus besarnya tiba-tiba rusak sehingga racun menjalar ke seluruh tubuhnya.
“ Hi, seram ! “ kata temari
“ stop! Stop! Stop! Berhenti ceritanya “ pinta ino
“ lalu, bagaimana dengan The Amityville Horror? “ tanya naruto antusias
“Film The Amityville Horror yang beredar tahun 1979 diangkat dari sebuah kisah nyata. Banyak kasus aneh menimpa para kru, seperti kecelakaan misterius di lokasi syuting yang sempat membuat James Brolin, sang pemeran utama harus menjalani perawatan medis.
Kejadian sebenarnya bermula pada tanggal 14 november 1974, pukul 03.00 dini hari. Saat itu Ronald ‘Buch’ menembaki ayahnya, Ronald DeFeo Sr., sebanyak 8x dengan pistol Marlin di rumah mereka di 112 Ocean Avenue di Amityville, Suffolk Country, sebuah rumah mewah berlantai tiga bergaya eropa. Sang ayah tewas seketika dengan luka di punggung dan kepalanya. Dengan sisa peluru yang ada, Butch membunuh ibunya, Louise, dan keempat adiknya yaitu, Mark, John, Allison, dan Dawn.
Butch tertangkap dan mengakui segala perbuatannya di depan detektif Gerald Gozaloff. Persidangan kasus tersebut berlangsung tanggal 14 oktober 1975. Dua minggu kemudian Butch dinyatakan bersalah dan dihukum penjara seumur hidup. Hingga sekarang ia masih mendekam di penjara New York State Departement.
Pada tanggal 16 februari 1976 stasiun Radio WBAB mengadakan wawancara bertema The Amityville Horror Conspiracy yang di pandu oleh Joel Martin. Seorang penyidik paranormal New York, Dr. Stephen Kaplan, menemukan banyak hal yang aneh sebelum pembunuhan itu terjadi. Sejak menempati rumah barunya, Ronald Sr. Mulai tertarik dengan dunia magis dan santanis. Dia mempelajari okultisme dan mengoleksi banyak senjata. Ketika perjanjian nya dengan iblis ia khianati, sang iblis menjadi murka dan merasuk ke dalam tubuh Butch dan melakukan pembunuhan sadis.
Penulis novel The Amityville Horror, Jay Anson, yang melakukan penelitian di rumah itu menemukan banyak kejadian misterius. Dia menyimpulkan adanya fenomena supranatural yang sangat menganggu di rumah tersebut. Sampai hari ini, tak ada seorang pun yang berani tinggal di dalam rumah angker itu. “
“ wow, mengerikan sekali “ seru naruto dan temari mengangguk
“ sudah, sudah, sudah! “ protes sakura sengit. “ apa tak ada cerita yang lebih enak di dengar ? “
“ ada kok sakura “ sahut kiba “ kau mau mendengar cerita tentang hantu yang mana lagi? The Others, The Grudge, Dark Water, The Shinning, The Haunting, Thirteen Ghost, House of Haunted Hill ? “
“ cukup !! “ pekik ino “ sekarang kalian berdua keluar! Out, Out! “ usir ino
“ tega banget sih ino-chan “
“ ke-lu-ar! Atau aku akan berteriak lebih keras supaya seluruh penghuni kamar bangun “ ancam ino
“ penghuni yang mana ? manusia atau hantu ? “ goda kiba jahil
Sakura yang setuju dengan ino pun menyambit kiba dan naruto dengan bantal, temari tertawa terpingkal-pingkal melihat dua namja evil itu kabur keluar kamar.
Di balik pintu kamar nomor 5 ternyata sudah ada shikamaru dan sai yang menunggu mereka
“ korban pengusiran, eoh? “ cibir shikamaru datar namun dari nada terdengar jelas ledekan darinya
“ diam kau pemalas, aishh wajah tampan ku hancur sudah kena sambitan sakura “ racau naruto lebay
“ lebih baik kalian tidur “
“ ta... “
“ dan aku tidak menerima penolakan! “ potong shikamaru tegas.
Kembali ke kamar nomor 5.
Setengah jam berlalu, hinata bangkit dari rebahannya dan berjalan keluar kamar
“ hinata-chan kau mau kemana? “ tanya sakura. hinata hanya melirik tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya dan ia kembali melangkah pergi.
BLAMM ..
Terdengar suara pintu di tutup. Sakura yang tak memasang curiga langsung menarik selimutnya dan mulai tertidur menyusul ino dan temari yang sudah terlelap. Dalam tidurnya sakura mendengar suara pintu terbuka. Samar-samar sesosok bayangan masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, terdengar pintu kamar tertutup. Setengah sadar sakura merasa bahwa itu adalah hinata nya. dia baru panik ketika keesokan paginya hinata tidak ada di kamar bahkan barang-barangnya pun ikut lenyap.
.
.
.
TBC

Haiiiiii !!!
Ciel dateng bawa chap 3 nih, gimana? Ketebak nggak alur nya? aku sempat bingung mau milih hinata atau temari yang di adegan terakhir. Aku bener-bener payah buat ngasih peran ke mereka dan dengan sedikit pertimbangan tak berujung alhasil aku pilih hinata karena dia paling pendiam. Sekarang ada yang bisa nebak besok bakal ada apa di chap depan??
Di tunggu RnR nya yaa....

Uchiha Ouka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates