Selasa, 21 Oktober 2014

# Anime # Fanfiction

[Sasusaku] The Motel - Chapter 2



Title : Tersesat
The Motel
Chap 2
Genre : Horror, romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !!
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura, Naruto, Hinata, Ino, Sai, Temari, Shikamaru OC
Cast lain menyusul . . . .
Pair : Sasusaku, Naruhina, SaIno, ShikaTema.
Warning : AU, OOC, abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. ”jangan berisik . nanti mereka dengar” “mereka? Mereka siapa?” “ada rahasia dalam rumah ini” “maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti” “dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari sini”. Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON’T LIKE, DON’T READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
.
.

Previous Chap


Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*
Prev Chap
Ia melangkah menuju dapur hendak mengambil minuman, saat sedang memegang gelas dan hendak meneguknya tiba-tiba...
PRANGGG ...
DEG ....
“ kenapa tiba-tiba perasaan ku tidak enak begini, kami-sama lindungilah kami selama berada di pulau Oshima “ gumam sakura sambil mengelus dada nya mencoba mencari ketenangan
.
.
.
Happy Reading..
.
.
_Sakura POV_
Kenapa perasaan ku jadi tak tentu begini? Tuhan, ada apa ini sebenarnya? Semoga saja tak akan terjadi apa-apa disana. Lebih baik aku kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar ku nyalakan laptop apple putih kesayanganku, setelah menunggu beberapa saat ku aktifkan wireless dan memulai mencari tau tentang pulau Izu Oshima. Setelah mesin searching itu menemukan yang di tuju, ia segera meng-klik sebuah artikel yang menarik bagi nya
Mengenal Pulau Izu Oshima
Tokyo -  Izu Oshima dikenal sebagai pulau paling angker di jepang. Bukan tanpa alasan, di pulau ini tercatat sudah ribuan orang bunuh diri dengan loncat dari atas gunung. Masyarakat Jepang menyebut kalau Pulau Izu Oshima merupakan pulau angker yang menyeramkan dan berhantu. Meskipun, pulau di lautan di bagian selatan dari Tokyo itu punya lanskap alam yang cantik dan benar- benar alami.
Pulau Izu Oshima sudah lama dikenal sebagai tempat pembuangan atau pengasingan tahanan politik dan dukun. Mereka dianggap membahayakan masyarakat Jepang dan kedaulatan kaisar. Pulau tersebut cukup terisolasi dan lokasinya masuk dalam bagian Samudera Pasifik.
Tak sampai di situ, Pulau Izu Oshima pun dikenal sebagai salah satu lokasi bunuh diri yang paling terkenal di Jepang. Tepatnya adalah Gunung Mihara yang merupakan gunung berapi paling aktif di Jepang dan tingginya hanya 764 mdpl. Di bagian puncak gunungnya berbentuk kerucut atau kawah dan di sanalah paling sering jadi lokasi bunuh diri! Dimulai tahun 1933, seorang gadis muda bunuh diri di puncak gunung berapi tersebut dan jadi headline news di koran-koran di Jepang.
Setelah itu, ada lagi sepasang muda- mudi mengakhiri hidup mereka dengan loncat ke kawah gunungnya. Puncaknya di tahun 1936, kala itu 600 orang tercatat bunuh diri di sana dengan cara loncat dari atas tebing. Total, satu dekade menjelang berakhirnya Perang Dunia II tercatat 3.000 anak muda Jepang mengakhiri hidupnya di sana. Pemerintah Jepang tidak tinggal diam, mereka membuat pagar di sekitar kawah dan mendirikan kuil. Tapi hal itu tampaknya tidak berpengaruh. Meski begitu, Pulau Izu Oshima masuk dalam destinasi cantik di Jepang. Pantai dan lanskap dataran tingginya menjadi surga fotografer. Hotel- hotel dan fasilitas penunjuang wisata pun lengkap di sana. Dari Takeshiba Ferry Terminal di Tokyo, traveler bisa naik speedboat selama 2 jam untuk tiba di Pulau Izu Oshima.
DEG
Jantungku berdegup kencang, sungguh aku tidak menyukai perasaan ini. Perasaan takut dan resah, Kami-sama apakah kami akan baik-baik saja? Apa disana akan menjadi moment yang membuat kami sedih dan kehilangan? Kumohon.. lindungilah kami terutama sasuke-kun dan naruto yang selalu melindungiku.
Ada telepon sakura-chaaaan~
Aku tersentak dengan suara nada dering handphone ku yang tiba-tiba. Ku ambil handphone tersebut dan sebuah nama tercetak jelas disana
Sasuke-kun is calling...
“ moshi-moshi sasuke-kun “
‘ hn, kenapa belum tidur saki? “
“ a-aku belum bisa tidur sasuke-kun~ entah kenapa perasaanku sangat tidak tenang “ ada suara bergetar menahan tangis di dalam nada ku dan itu sangat ku sadari
‘ tidurlah,, tidak akan terjadi apa-apa besok. Aku akan menjagamu jadi jangan pernah pergi dari sisiku ‘
Blush
Ugh wajahku terasa panas mendengar kata-kata sasuke-kun sekalipun dengan nada datarnya.
“ kau masih disana saki? “
“ ah.. i-iya sasuke-kun.. kau juga tidur ya bukankah kau harus menyetir besok? “
“ hn “
“ O-oyasumi sasuke-kun~ “ ucapku pelan
“ hn, oyasumi “
KLIK
Ku rebahkan tubuh kecil ku di ranjang. Aku harus tidur kalau tidak sasuke-kun pasti akan mengomel lagi. Baiklah.. oyasumi minna..
Sakura POV End
.
.
Di sebuah kamar bernuansa biru gelap seorang pemuda dengan model rambut mencuat ke atas tengah berdiri di balkon kamar nya dengan tatapan menerawang. Tampak sekali ia – Uchiha Sasuke tengah memikirkan sesuatu. Sesekali pandangan nya kosong, di detik berikutnya akan berubah menjadi datar, lalu berubah menjadi tatapan tajam dan kembali lagi ke datar. Jika di teliti pemuda tampan bak dewa ini hanya memiliki tiga jenis tatapan dalam hidupnya kecuali jika itu mengenai ‘gadisnya’. Bicara tentang gadisnya, ia kembali teringat percakapan singkat di telepon tadi. Ia awalnya hanya ingin mengecek apakah gadis pink itu sudah terlelap atau belum dan nyatanya sakura masih terbangun padahal jam menunjukan pukul setengah 10 malam. Dan yang menjadi beban pikiran nya adalah firasat sakura tadi, ia memang menganggap itu hanya rasa khawatirnya yang akan bepergian jauh mengingat selama ini sakura belum pernah pergi sejauh itu apalagi sampai menginap dengan teman-teman nya jadi wajar kan?
KRIET..
“ hoy otouto kau belum tidur? Kenapa masih disini? “ sapa itachi laki-laki yang menjabat sebagai kakaknya
“ hn “ jawab sasuke malas. Alis itachi berkedut mendengar jawaban aneh adik nya
 “ itu bukan jawaban sasu-chan~ ah.. aku tau ! kau pasti sedang membayangkan you-know-what-i-mean-aahhh-yeahh-uhhh kan sasu? Wahhh ternyata adik kecil ku sudah besar “
NYUT
Sebuah perempatan siku-siku muncul di dahi sasuke. Dia benar-benar tak habis fikir bagaimana bisa aniki nya ini memikirkan pemikiran mesum seperti itu di malam yang dingin. Seketika ia melihat siluet wajah sakura dengan wajah merona nya. ahh.. apa kau sudah gila sasuke?
“ jauhkan otak mesum mu dariku baka aniki “ sasuke dengan gesit mendamprat kepala itachi
“ ... ittai sasu-chan jahat. Kenapa menuduh orang suci sepertiku ini sasu? “ rengek itachi manja
“ cih! Usuratonkachi “ setelah mengatakan itu sasuke beranjak dari balkon dan mulai berbaring di ranjang king size nya
“ ck! Ku dengar kau akan pergi ke pulau itu? Kau yakin? “ tatapan itachi kini mulai serius
“ hn “ balas sasuke sambil memejamkan mata
“ kau harus hati-hati sasuke. Lindungi sakura “ sasuke tau bahwa kakak nya tengah serius. Pasalnya itachi akan serius saat memanggil nama kecilnya bukan ledekan sasu-chan, sasu-cake, atau panggilan lain yang amat menjijikan di telinga nya
“ hn, aku tau aniki “ lepas itu tidak ada percakapan lagi karena itachi pun telah kembali ke kamarnya. Besok adalah hari yang melelahkan jadi ia harus tidur sekarang.
<!-- more -->
.
.
.
Pagi yang cerah di kota Tokyo, cuaca nya sangat bersahabat hari ini, langit yang berwarna biru muda, matahari yang tak malu-malu memancarkan sinar paginya, burung-burung yang berkicau merdu juga orang-orang yang mulai terlihat memadati jalanan kota Tokyo, tampak seorang gadis mungil tengah mengerjapkan matanya mencoba beradaptasi oleh berjuta pigmen warna yang masuk ke dalam retina emerald nya. Ia melirik jam mungil bercorak kerropi di nakas samping ranjang Queen Size nya. jam 09.00 pagi. Masih ada banyak waktu untuk bersiap-siap lagi pula teman-teman nya baru akan berangkat jam 09.00 jadi kemungkinan sampai rumahnya pukul 10.00 – pikirnya.
Haruno sakura – nama gadis tersebut menyibakkan selimut bercorak bunga sakura berwarna pink nya dan berjalan menuju jendela hendak membuka gorden kamarnya.
SREKK...
Angin segar khas pagi hari langsung menerpa lembut wajah manis sakura, ia memejamkan mata sebentar entah kenapa fikiran nya kembali tak tenang, ia merasakan firasat buruk yang semakin menjadi. Sejujurnya ia takut, takut akan terjadi sesuatu nanti selama mereka liburan, pasalnya semua feeling sakura belum pernah ada yang meleset, beruntung orang tua nya sedang berada di Paris sehingga ia dengan bebas melakukan segala hal aktifitas di rumah besarnya ini. Setelah dirasa sedikit tenang ia berjalan ke kamar mandi hendak membersihkan diri.
_Other place_
Sasuke tengah bersiap-siap berangkat menjemput naruto. Ia memang berencana ketempat mereka berkumpul menggunakan mobil, setelah memeriksa kembali barang bawaan nya ia bergegas turun dari kamarnya. Pagi ini ia memakai kaos V-neck putih berbalut jaket hitam dengan celana jeans dark blue panjang dengan sepatu snikers hitam. Dibiarkan nya rambut hitam nya acak-acakan yang justru membuatnya terlihat keren dan mempesona.
“ kau sudah menyiapkan mobil ku? “ tanya sasuke datar kepada salah satu pelayan di rumah nya
“ sudah tuan muda “ jawab maid tersebut, sasuke tersenyum amat tipis dan berjalan menghampiri mobilnya yang telah terparkir manis di depan gerbang rumah nya
“ selama aku pergi jaga rumah, aku sudah memberitahu tou-san dan kaa-san tentang liburan kali ini. Ingat jaga rumah sampai aku... kembali “ ucapan yang tadi tegas berubah lirih ketika mengucapkan kata ‘kembali’ membuat pelayan nya menatap penuh tanya seakan berkata aku-merasakan-hal-tidak-beres-padamu-tuan-muda. Sejujurnya sasuke pun merasakan hal yang sama seperti sakura katakan semalam namun segera ia tepis pikiran itu jauh-jauh. Setelah mengecek seluruh persiapan dengan senyum tipis sasuke meninggalkan rumah nya di ikuti bungkukan hormat para pelayan. Dari kamar itachi, ia bisa melihat adiknya yang sudah pergi. Dalam hati ia berdoa ‘ kembalilah sasuke dengan... utuh ‘
“ aku merasakan hal lain, mungkin kah liburan ini akan berbeda? “ tanya maid pertama
“ aku juga, ku dengar mereka akan berlibur ke sebuah pulau terpencil di Izu Oshima “ sahut maid kedua
“ aku berharap tuan muda dan semuanya baik-baik saja “ ucap maid ketiga dan di balas anggukan mantap dari maid pertama dan kedua.
.
.
Sekitar 15 menit kemudian mobil sasuke berhasil menapaki pekarangan depan rumah naruto setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan 100km/jam.
Suara klakson menyadarkan pemilik rumah, tak perlu menunggu lama hingga sang sahabat naruto dan ino muncul. Mengapa bisa ada ino ? karna rumah naruto dan ino pantat-pantatan (baca: bersebelahan) sehingga mempercepat penjemputan
“ yosh.. sekarang tinggal menjemput sakura-chan, shikamaru juga sedang menuju rumah kiba “ ucap naruto semangat
BRUMM ....
Mobil volvo hitam  milik sasuke melesat cepat di jalan yang sepi, naruto duduk di samping sasuke sedangkan ino di belakang.
_back to sakura_
15 menit yang lalu sakura telah selesai mandi, hari ini ia berpakaian simple namun terkesan manis di kenakan nya. sebuah baju putih tanpa lengan berbalut jaket kulit hitam setengah lengan dengan celana panjang berwarna dark blue terlihat pas di pakainya. Rambutnya tengah sebelah kanan ia pilah hingga seperempat bagian lalu ia kepang menggunakan karet kecil dan untuk hiasan ia memberi jepitan berbentuk bunga sakura berwarna soft pink, ah... jangan lupakan poni depan nya yang di buat lurus dengan sisi kiri dan kanan yang sedikit panjang membuat wajahnya yang manis nampak tambah manis juga imut. Sekilas dari pakaian menyerupai pakaian sasuke ya readers...
TINNN ...
Suara klakson menyadarkan aksi bercermin nya. dengan cepat ia menuruni tangga dan keluar rumah setelah sebelumnya mengunci pintu.
KRIETTT ...
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah sasuke yang tengah menyandarkan tubuhnya di mobil nya. Dengan sigap sasuke membantu sakura. Setelah selesai ia pun memasuki mobil sakura dan langsung tancap gas menuju rumah kiba
“ sepertinya style kalian berdua sama eh jidat ? kalian janjian? “ ledek ino yang menyadari pakaian sasuke dan sakura hampir sama.
Naruto yang penasaran pun ikut melihat pemandangan yang di katakan ino
‘ baju putih, jaket hitam, juga celana dark blue. Memang iya sama yang membedakan hanya ryeowook memakai baju putih tanpa lengan dan jaket kulit setengah lengan sedangkan yesung kaos v-neck putih jaket kulit . Benar-benar cocok ‘ batin naruto
“ memangnya iya sasuke-kun ? “ sakura pun melirik pakaian sasuke dan ia tersentak kaget mengetahui pakaian mereka memiliki banyak kesamaan
BLUSH
“ iya juga ya, padahal kita tidak janjian kan sasuke-kun “ ucap sakura dengan wajah semerah tomat
“ hn “ gumam sasuke. Sebenarnya dalam hati pun ia cukup kaget bisa sehati dalam berpakaian.
Tepat pukul 10.30 dua mobil itu tiba secara bersamaan telah sampai di tempat tujuan dari arah yang berlawanan.
Satu-persatu dari mereka turun sambil membawa barang-barangnya menuju sebuah mobil van yang telah terparkir rapih.
“ yooo kalian sudah datang, cepat masuk dan atur posisi duduk kalian. Barang-barang nya letakkan di belakang saja “ seru kiba penuh semangat. Tanpa banyak bertanya mereka pun segera masuk dan menata barang-barang mereka.
Kini posisi duduk nya telah tersusun. sasuke dan shikamaru di bangku depan, di bangku tengah ino, hinata dan sakura berada di tengah, sedangkan di bangku belakang terdapat naruto, kiba, sai, dan temari di ujung. Mobil itu pun kembali melaju menyusuri jalanan dengan kecepatan sedang diringi canda dan tawa. 2 jam berlalu mereka masih tetap terjaga hanya sakura yang kini terlelap damai di pundak hinata. Di tengah jalan mereka terjebak macet dan dengan terpaksa mereka memutar balik mobil mereka mengikuti instruksi seorang laki-laki paruh aya di ujung jalan.
Sasuke membanting stir kekanan mengikuti mobil lainnya, ternyata selain jalanan yang kecil dan berbatu, sisi kiri dan kanan jalan berdiri dengan angkuh nya barisan pohon raksasa. Segumpal kabut tipis mulai menyelimuti mereka.
“ a-ano apa orang tadi t-tidak salah menunjukan jalan ? “ tanya hinata sambil mengelus pelan surai lembut ino setelah beberapa lama mereka berjalan
“ aku yakin sih tidak “ jawab naruto menutupi rasa takut nya sendiri
“ tapi jalan ini terlalu aneh “ sahut ino cemas
Entah kenapa bulu kuduk mereka merinding bahkan sakura yang sedang tertidur pun menggeliat resah “ eunghh “ lenguh sakura membuat shikamaru, ino dan hinata menoleh ke arah gadis itu bahkan sasuke pun sesekali melirik dari kaca spion “ sshhh ... bobo lagi sakura-chan “ bisik ino lembut sambil memindahkan kepala sakura untuk bersandar di pundak nya
Waktu berjalan terasa lamban. Mereka tak tau sudah berapa lama mereka berjalan. Sasuke mengurangi kecepatan mobilnya dan memicingkan mata nya hingga ia tersadar bahwa ia salah jalan
“ kita dimana nih ? “ tanya sasuke *OOC banget
“ kenapa tak ada mobil lain yang melintas di jalan ini ? “ sahut sai menambah suasana mencekam
Pertanyaan sai barusan membuat yang lain seolah sadar kalau sepanjang jalan ini mereka benar-benar sendirian.
“ kemana mobil-mobil tadi? Apa kita salah jalan “ tanya temari lagi dan tak ada yang berani menjawab hanya ada keheningan di sana
“ hey apa mobil ini tak bisa lebih cepat lagi ? “ sahut naruto kesal
Perlahan sasuke mulai menekan pedal gas. Beberapa menit kemudian kabut seolah menyingkir dari pandangan nya. akhirnya ia bisa melihat jalan dengan jelas tapi entah dari mana, tiba-tiba muncul sesosok wanita dengan baju serba putih melintas di hadapannya.
Sasuke sontak kaget dan menginjak rem seketika. Aspal yang basah oleh air hujan membuat ban mobil tergelincir. Sedetik kemudian terdengar suara letusan yang cukup keras membuat sakura terbangun. Mereka berteriak minus sakura yang kesadarannya belum kembali ketika mobil berputar dengan hebat dan akhirnya menabrak sisi jalan. Tak lama kemudian mobil mengeluarkan asap dan memaksa mereka keluar.
“ semuanya baik-baik saja ? “ tanya shikamaru
“ aku tidak baik-baik saja “ ucap sakura polos sambil memperlihatkan luka mirip cakaran di dahi nya
“ astaga sakura jidat mu berdarah “ pekik ino kaget. Sasuke yang mengetahui hal itu langsung melesat ke hadapan sakura. Dengan cekatan ia membuka tas kecil dan mengambil beberapa kapas dan betadine. Sasuke mengobati sakura dengan sangat telaten membuat yang lain kaget. Setelah selesai mereka mulai duduk melingkar di pinggir jalan.
Dengan tarikan nafas pelan shikamaru memulai pembicaraan. “ ne minna, hari sudah mulai malam mungkin kita harus mencari penginapan mungkin di sekitar sini – “
“ kau gila? Mana ada penginapan di daerah antah berantah begini “ potong ino histeris
“ jangan menyela ku cerewet, hoaamm mendokusai “ ucap shikamaru menguap pelan
“ jadi, kita akan mencari penginapan dengan jalan kaki? “ tanya kiba memastikan
“ hn “ balas sasuke yang merangkul pinggang sakura
“ tunggu.. sasuke tadi apa yang kau lihat sampai harus mengerem mendadak? “ tanya sai dengan senyum palsu nya. ck! Di saat begini pemuda pucat itu masih sempat tersenyum menyeramkan begitu
“ aku melihat wanita berbaju putih melintas di depan kita “ jelas sasuke membuat teman-teman nya tercengang
“ kau yakin? Aku tidak melihat apapun tadi teme
“ s-sebaiknya kita m-melanjutkan perjalanan kita “ ucapan hinata kembali menyadarkan mereka bahwa dari tadi mereka telah membuang-buang waktu. Dan kesembilan remaja itu kembali berjalan berharap menemukan tempat penginapan
.
.
.
.

TBC
ollaaaaa minna-san ...
Chap 2 UPDETTTT nih ... *teriakpaketoa
Chap 2 ini aku gatau mau bilang apa. Aku udah berusaha bikin alur yang sedemikian rupa bahkan ending nya pun udah terfikirkan tapi mendadak buyar alhasil chap dua mentok disana. Nah.. petualangan udah mau di mulai nih, aku ga tau adegan romance nya mau di taro dimana tapi aku usahain ada moment sasusaku dan pair lain nya. mohon sabar menunggu dan tetap kasih aku masukan dan semangat yaa

Uchiha Ouka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates