Title :
Tersesat
The Motel
Chap 2
Genre : Horror,
romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !!
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura,
Naruto, Hinata, Ino, Sai, Temari, Shikamaru OC
Cast lain menyusul . .
. .
Pair : Sasusaku,
Naruhina, SaIno, ShikaTema.
Warning : AU, OOC,
abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu
harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur
nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang
telah terjadi. ”jangan berisik . nanti mereka dengar” “mereka? Mereka siapa?”
“ada rahasia dalam rumah ini” “maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti”
“dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari
sini”. Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON’T LIKE, DON’T
READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
.
.
Previous Chap
Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*
Prev Chap
Ia melangkah menuju dapur hendak
mengambil minuman, saat sedang memegang gelas dan hendak meneguknya
tiba-tiba...
PRANGGG ...
DEG ....
“ kenapa tiba-tiba perasaan ku tidak
enak begini, kami-sama lindungilah kami selama berada di pulau Oshima “ gumam
sakura sambil mengelus dada nya mencoba mencari ketenangan
.
.
.
Happy
Reading..
.
.
_Sakura POV_
Kenapa perasaan ku jadi tak tentu begini?
Tuhan, ada apa ini sebenarnya? Semoga saja tak akan terjadi apa-apa disana.
Lebih baik aku kembali ke kamar.
Sesampainya
di kamar ku nyalakan laptop apple putih kesayanganku, setelah menunggu beberapa
saat ku aktifkan wireless dan memulai mencari tau tentang pulau Izu Oshima.
Setelah mesin searching itu menemukan yang di tuju, ia segera meng-klik sebuah artikel yang menarik bagi
nya
Mengenal Pulau Izu Oshima
Tokyo - Izu Oshima dikenal sebagai pulau paling
angker di jepang. Bukan tanpa alasan, di pulau ini tercatat sudah ribuan orang
bunuh diri dengan loncat dari atas gunung. Masyarakat Jepang menyebut kalau
Pulau Izu Oshima merupakan pulau angker yang menyeramkan dan berhantu.
Meskipun, pulau di lautan di bagian selatan dari Tokyo itu punya lanskap alam
yang cantik dan benar- benar alami.
Pulau Izu Oshima sudah lama dikenal
sebagai tempat pembuangan atau pengasingan tahanan politik dan dukun. Mereka
dianggap membahayakan masyarakat Jepang dan kedaulatan kaisar. Pulau tersebut
cukup terisolasi dan lokasinya masuk dalam bagian Samudera Pasifik.
Tak sampai di situ, Pulau Izu Oshima
pun dikenal sebagai salah satu lokasi bunuh diri yang paling terkenal di
Jepang. Tepatnya adalah Gunung Mihara yang merupakan gunung berapi paling aktif
di Jepang dan tingginya hanya 764 mdpl. Di bagian puncak gunungnya berbentuk
kerucut atau kawah dan di sanalah paling sering jadi lokasi bunuh diri! Dimulai
tahun 1933, seorang gadis muda bunuh diri di puncak gunung berapi tersebut dan
jadi headline news di koran-koran di Jepang.
Setelah itu, ada lagi sepasang muda-
mudi mengakhiri hidup mereka dengan loncat ke kawah gunungnya. Puncaknya di tahun
1936, kala itu 600 orang tercatat bunuh diri di sana dengan cara loncat dari
atas tebing. Total, satu dekade menjelang berakhirnya Perang Dunia II tercatat
3.000 anak muda Jepang mengakhiri hidupnya di sana. Pemerintah Jepang tidak
tinggal diam, mereka membuat pagar di sekitar kawah dan mendirikan kuil. Tapi
hal itu tampaknya tidak berpengaruh. Meski begitu, Pulau Izu Oshima masuk dalam
destinasi cantik di Jepang. Pantai dan lanskap dataran tingginya menjadi surga
fotografer. Hotel- hotel dan fasilitas penunjuang wisata pun lengkap di sana.
Dari Takeshiba Ferry Terminal di Tokyo, traveler bisa naik speedboat selama 2
jam untuk tiba di Pulau Izu Oshima.
DEG
Jantungku
berdegup kencang, sungguh aku tidak menyukai perasaan ini. Perasaan takut dan
resah, Kami-sama apakah kami akan
baik-baik saja? Apa disana akan menjadi moment yang membuat kami sedih dan
kehilangan? Kumohon.. lindungilah kami terutama sasuke-kun dan naruto yang
selalu melindungiku.
Ada telepon sakura-chaaaan~
Aku
tersentak dengan suara nada dering handphone ku yang tiba-tiba. Ku ambil
handphone tersebut dan sebuah nama tercetak jelas disana
Sasuke-kun is calling...
“
moshi-moshi sasuke-kun “
‘ hn, kenapa belum tidur saki? “
“ a-aku
belum bisa tidur sasuke-kun~ entah kenapa perasaanku sangat tidak tenang “ ada
suara bergetar menahan tangis di dalam nada ku dan itu sangat ku sadari
‘ tidurlah,, tidak akan terjadi
apa-apa besok. Aku akan menjagamu jadi jangan pernah pergi dari sisiku ‘
Blush
Ugh wajahku
terasa panas mendengar kata-kata sasuke-kun sekalipun dengan nada datarnya.
“ kau masih disana saki? “
“ ah.. i-iya
sasuke-kun.. kau juga tidur ya bukankah kau harus menyetir besok? “
“ hn “
“ O-oyasumi
sasuke-kun~ “ ucapku pelan
“ hn, oyasumi “
KLIK
Ku rebahkan
tubuh kecil ku di ranjang. Aku harus tidur kalau tidak sasuke-kun pasti akan
mengomel lagi. Baiklah.. oyasumi minna..
Sakura POV End
.
.
Di sebuah
kamar bernuansa biru gelap seorang pemuda dengan model rambut mencuat ke atas
tengah berdiri di balkon kamar nya dengan tatapan menerawang. Tampak sekali ia
– Uchiha Sasuke tengah memikirkan sesuatu. Sesekali pandangan nya kosong, di
detik berikutnya akan berubah menjadi datar, lalu berubah menjadi tatapan tajam
dan kembali lagi ke datar. Jika di teliti pemuda tampan bak dewa ini hanya
memiliki tiga jenis tatapan dalam hidupnya kecuali jika itu mengenai
‘gadisnya’. Bicara tentang gadisnya, ia kembali teringat percakapan singkat di
telepon tadi. Ia awalnya hanya ingin mengecek apakah gadis pink itu sudah
terlelap atau belum dan nyatanya sakura masih terbangun padahal jam menunjukan
pukul setengah 10 malam. Dan yang menjadi beban pikiran nya adalah firasat
sakura tadi, ia memang menganggap itu hanya rasa khawatirnya yang akan
bepergian jauh mengingat selama ini sakura belum pernah pergi sejauh itu
apalagi sampai menginap dengan teman-teman nya jadi wajar kan?
KRIET..
“ hoy otouto
kau belum tidur? Kenapa masih disini? “ sapa itachi laki-laki yang menjabat
sebagai kakaknya
“ hn “ jawab
sasuke malas. Alis itachi berkedut mendengar jawaban aneh adik nya
“ itu bukan jawaban sasu-chan~ ah.. aku tau !
kau pasti sedang membayangkan you-know-what-i-mean-aahhh-yeahh-uhhh
kan sasu? Wahhh ternyata adik kecil ku sudah besar “
NYUT
Sebuah
perempatan siku-siku muncul di dahi sasuke. Dia benar-benar tak habis fikir
bagaimana bisa aniki nya ini memikirkan pemikiran mesum seperti itu di malam
yang dingin. Seketika ia melihat siluet wajah sakura dengan wajah merona nya.
ahh.. apa kau sudah gila sasuke?
“ jauhkan
otak mesum mu dariku baka aniki “
sasuke dengan gesit mendamprat kepala itachi
“ ... ittai sasu-chan jahat. Kenapa menuduh
orang suci sepertiku ini sasu? “ rengek itachi manja
“ cih! Usuratonkachi “ setelah mengatakan itu
sasuke beranjak dari balkon dan mulai berbaring di ranjang king size nya
“ ck! Ku
dengar kau akan pergi ke pulau itu? Kau yakin? “ tatapan itachi kini mulai
serius
“ hn “ balas
sasuke sambil memejamkan mata
“ kau harus
hati-hati sasuke. Lindungi sakura “ sasuke tau bahwa kakak nya tengah serius.
Pasalnya itachi akan serius saat memanggil nama kecilnya bukan ledekan
sasu-chan, sasu-cake, atau panggilan lain yang amat menjijikan di telinga nya
“ hn, aku
tau aniki “ lepas itu tidak ada
percakapan lagi karena itachi pun telah kembali ke kamarnya. Besok adalah hari
yang melelahkan jadi ia harus tidur sekarang.
<!-- more -->
<!-- more -->
.
.
.
Pagi yang
cerah di kota Tokyo, cuaca nya sangat bersahabat hari ini, langit yang berwarna
biru muda, matahari yang tak malu-malu memancarkan sinar paginya, burung-burung
yang berkicau merdu juga orang-orang yang mulai terlihat memadati jalanan kota
Tokyo, tampak seorang gadis mungil tengah mengerjapkan matanya mencoba
beradaptasi oleh berjuta pigmen warna yang masuk ke dalam retina emerald nya.
Ia melirik jam mungil bercorak kerropi di nakas samping ranjang Queen Size nya.
jam 09.00 pagi. Masih ada banyak waktu untuk bersiap-siap lagi pula teman-teman
nya baru akan berangkat jam 09.00 jadi kemungkinan sampai rumahnya pukul 10.00
– pikirnya.
Haruno
sakura – nama gadis tersebut menyibakkan selimut bercorak bunga sakura berwarna
pink nya dan berjalan menuju jendela hendak membuka gorden kamarnya.
SREKK...
Angin segar
khas pagi hari langsung menerpa lembut wajah manis sakura, ia memejamkan mata
sebentar entah kenapa fikiran nya kembali tak tenang, ia merasakan firasat
buruk yang semakin menjadi. Sejujurnya ia takut, takut akan terjadi sesuatu
nanti selama mereka liburan, pasalnya semua feeling sakura belum pernah ada
yang meleset, beruntung orang tua nya sedang berada di Paris sehingga ia dengan
bebas melakukan segala hal aktifitas di rumah besarnya ini. Setelah dirasa
sedikit tenang ia berjalan ke kamar mandi hendak membersihkan diri.
_Other
place_
Sasuke
tengah bersiap-siap berangkat menjemput naruto. Ia memang berencana ketempat
mereka berkumpul menggunakan mobil, setelah memeriksa kembali barang bawaan nya
ia bergegas turun dari kamarnya. Pagi ini ia memakai kaos V-neck putih berbalut
jaket hitam dengan celana jeans dark blue panjang dengan sepatu snikers hitam.
Dibiarkan nya rambut hitam nya acak-acakan yang justru membuatnya terlihat
keren dan mempesona.
“ kau sudah
menyiapkan mobil ku? “ tanya sasuke datar kepada salah satu pelayan di rumah
nya
“ sudah tuan
muda “ jawab maid tersebut, sasuke tersenyum amat tipis dan berjalan
menghampiri mobilnya yang telah terparkir manis di depan gerbang rumah nya
“ selama aku
pergi jaga rumah, aku sudah memberitahu tou-san dan kaa-san tentang liburan
kali ini. Ingat jaga rumah sampai aku... kembali “ ucapan yang tadi tegas
berubah lirih ketika mengucapkan kata ‘kembali’ membuat pelayan nya menatap
penuh tanya seakan berkata aku-merasakan-hal-tidak-beres-padamu-tuan-muda.
Sejujurnya sasuke pun merasakan hal yang sama seperti sakura katakan semalam
namun segera ia tepis pikiran itu jauh-jauh. Setelah mengecek seluruh persiapan
dengan senyum tipis sasuke meninggalkan rumah nya di ikuti bungkukan hormat
para pelayan. Dari kamar itachi, ia bisa melihat adiknya yang sudah pergi.
Dalam hati ia berdoa ‘ kembalilah sasuke
dengan... utuh ‘
“ aku
merasakan hal lain, mungkin kah liburan ini akan berbeda? “ tanya maid pertama
“ aku juga,
ku dengar mereka akan berlibur ke sebuah pulau terpencil di Izu Oshima “ sahut
maid kedua
“ aku
berharap tuan muda dan semuanya baik-baik saja “ ucap maid ketiga dan di balas
anggukan mantap dari maid pertama dan kedua.
.
.
Sekitar 15
menit kemudian mobil sasuke berhasil menapaki pekarangan depan rumah naruto
setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan 100km/jam.
Suara klakson menyadarkan pemilik rumah, tak perlu menunggu lama hingga sang sahabat naruto dan ino muncul. Mengapa bisa ada ino ? karna rumah naruto dan ino pantat-pantatan (baca: bersebelahan) sehingga mempercepat penjemputan
Suara klakson menyadarkan pemilik rumah, tak perlu menunggu lama hingga sang sahabat naruto dan ino muncul. Mengapa bisa ada ino ? karna rumah naruto dan ino pantat-pantatan (baca: bersebelahan) sehingga mempercepat penjemputan
“ yosh..
sekarang tinggal menjemput sakura-chan, shikamaru juga sedang menuju rumah kiba
“ ucap naruto semangat
BRUMM ....
Mobil volvo
hitam milik sasuke melesat cepat di
jalan yang sepi, naruto duduk di samping sasuke sedangkan ino di belakang.
_back to
sakura_
15 menit
yang lalu sakura telah selesai mandi, hari ini ia berpakaian simple namun
terkesan manis di kenakan nya. sebuah baju putih tanpa lengan berbalut jaket
kulit hitam setengah lengan dengan celana panjang berwarna dark blue terlihat
pas di pakainya. Rambutnya tengah sebelah kanan ia pilah hingga seperempat
bagian lalu ia kepang menggunakan karet kecil dan untuk hiasan ia memberi
jepitan berbentuk bunga sakura berwarna soft pink, ah... jangan lupakan poni
depan nya yang di buat lurus dengan sisi kiri dan kanan yang sedikit panjang
membuat wajahnya yang manis nampak tambah manis juga imut. Sekilas dari pakaian
menyerupai pakaian sasuke ya readers...
TINNN ...
Suara
klakson menyadarkan aksi bercermin nya. dengan cepat ia menuruni tangga dan
keluar rumah setelah sebelumnya mengunci pintu.
KRIETTT ...
Pemandangan
pertama yang ia lihat adalah sasuke yang tengah menyandarkan tubuhnya di mobil
nya. Dengan sigap sasuke membantu sakura. Setelah selesai ia pun memasuki mobil
sakura dan langsung tancap gas menuju rumah kiba
“ sepertinya
style kalian berdua sama eh jidat ? kalian janjian? “ ledek ino yang menyadari
pakaian sasuke dan sakura hampir sama.
Naruto yang
penasaran pun ikut melihat pemandangan yang di katakan ino
‘ baju putih, jaket hitam, juga
celana dark blue. Memang iya sama yang membedakan hanya ryeowook memakai baju
putih tanpa lengan dan jaket kulit setengah lengan sedangkan yesung kaos v-neck
putih jaket kulit . Benar-benar cocok ‘ batin naruto
“ memangnya
iya sasuke-kun ? “ sakura pun melirik pakaian sasuke dan ia tersentak kaget
mengetahui pakaian mereka memiliki banyak kesamaan
BLUSH
“ iya juga
ya, padahal kita tidak janjian kan sasuke-kun “ ucap sakura dengan wajah
semerah tomat
“ hn “ gumam
sasuke. Sebenarnya dalam hati pun ia cukup kaget bisa sehati dalam berpakaian.
Tepat pukul
10.30 dua mobil itu tiba secara bersamaan telah sampai di tempat tujuan dari
arah yang berlawanan.
Satu-persatu
dari mereka turun sambil membawa barang-barangnya menuju sebuah mobil van yang
telah terparkir rapih.
“ yooo
kalian sudah datang, cepat masuk dan atur posisi duduk kalian. Barang-barang
nya letakkan di belakang saja “ seru kiba penuh semangat. Tanpa banyak bertanya
mereka pun segera masuk dan menata barang-barang mereka.
Kini posisi
duduk nya telah tersusun. sasuke dan shikamaru di bangku depan, di bangku
tengah ino, hinata dan sakura berada di tengah, sedangkan di bangku belakang
terdapat naruto, kiba, sai, dan temari di ujung. Mobil itu pun kembali melaju
menyusuri jalanan dengan kecepatan sedang diringi canda dan tawa. 2 jam berlalu
mereka masih tetap terjaga hanya sakura yang kini terlelap damai di pundak
hinata. Di tengah jalan mereka terjebak macet dan dengan terpaksa mereka
memutar balik mobil mereka mengikuti instruksi seorang laki-laki paruh aya di
ujung jalan.
Sasuke
membanting stir kekanan mengikuti mobil lainnya, ternyata selain jalanan yang
kecil dan berbatu, sisi kiri dan kanan jalan berdiri dengan angkuh nya barisan
pohon raksasa. Segumpal kabut tipis mulai menyelimuti mereka.
“ a-ano apa
orang tadi t-tidak salah menunjukan jalan ? “ tanya hinata sambil mengelus
pelan surai lembut ino setelah beberapa lama mereka berjalan
“ aku yakin
sih tidak “ jawab naruto menutupi rasa takut nya sendiri
“ tapi jalan
ini terlalu aneh “ sahut ino cemas
Entah kenapa
bulu kuduk mereka merinding bahkan sakura yang sedang tertidur pun menggeliat resah
“ eunghh “ lenguh sakura membuat shikamaru, ino dan hinata menoleh ke arah
gadis itu bahkan sasuke pun sesekali melirik dari kaca spion “ sshhh ... bobo
lagi sakura-chan “ bisik ino lembut sambil memindahkan kepala sakura untuk
bersandar di pundak nya
Waktu
berjalan terasa lamban. Mereka tak tau sudah berapa lama mereka berjalan.
Sasuke mengurangi kecepatan mobilnya dan memicingkan mata nya hingga ia
tersadar bahwa ia salah jalan
“ kita dimana
nih ? “ tanya sasuke *OOC banget
“ kenapa tak
ada mobil lain yang melintas di jalan ini ? “ sahut sai menambah suasana
mencekam
Pertanyaan
sai barusan membuat yang lain seolah sadar kalau sepanjang jalan ini mereka
benar-benar sendirian.
“ kemana mobil-mobil
tadi? Apa kita salah jalan “ tanya temari lagi dan tak ada yang berani menjawab
hanya ada keheningan di sana
“ hey apa
mobil ini tak bisa lebih cepat lagi ? “ sahut naruto kesal
Perlahan
sasuke mulai menekan pedal gas. Beberapa menit kemudian kabut seolah menyingkir
dari pandangan nya. akhirnya ia bisa melihat jalan dengan jelas tapi entah dari
mana, tiba-tiba muncul sesosok wanita dengan baju serba putih melintas di
hadapannya.
Sasuke
sontak kaget dan menginjak rem seketika. Aspal yang basah oleh air hujan
membuat ban mobil tergelincir. Sedetik kemudian terdengar suara letusan yang
cukup keras membuat sakura terbangun. Mereka berteriak minus sakura yang
kesadarannya belum kembali ketika mobil berputar dengan hebat dan akhirnya
menabrak sisi jalan. Tak lama kemudian mobil mengeluarkan asap dan memaksa
mereka keluar.
“ semuanya baik-baik
saja ? “ tanya shikamaru
“ aku tidak
baik-baik saja “ ucap sakura polos sambil memperlihatkan luka mirip cakaran di
dahi nya
“ astaga
sakura jidat mu berdarah “ pekik ino kaget. Sasuke yang mengetahui hal itu
langsung melesat ke hadapan sakura. Dengan cekatan ia membuka tas kecil dan
mengambil beberapa kapas dan betadine. Sasuke mengobati sakura dengan sangat
telaten membuat yang lain kaget. Setelah selesai mereka mulai duduk melingkar
di pinggir jalan.
Dengan
tarikan nafas pelan shikamaru memulai pembicaraan. “ ne minna, hari sudah mulai
malam mungkin kita harus mencari penginapan mungkin di sekitar sini – “
“ kau gila?
Mana ada penginapan di daerah antah berantah begini “ potong ino histeris
“ jangan
menyela ku cerewet, hoaamm mendokusai
“ ucap shikamaru menguap pelan
“ jadi, kita
akan mencari penginapan dengan jalan kaki? “ tanya kiba memastikan
“ hn “ balas
sasuke yang merangkul pinggang sakura
“ tunggu..
sasuke tadi apa yang kau lihat sampai harus mengerem mendadak? “ tanya sai
dengan senyum palsu nya. ck! Di saat begini pemuda pucat itu masih sempat
tersenyum menyeramkan begitu
“ aku
melihat wanita berbaju putih melintas di depan kita “ jelas sasuke membuat
teman-teman nya tercengang
“ kau yakin?
Aku tidak melihat apapun tadi teme “
“
s-sebaiknya kita m-melanjutkan perjalanan kita “ ucapan hinata kembali
menyadarkan mereka bahwa dari tadi mereka telah membuang-buang waktu. Dan kesembilan
remaja itu kembali berjalan berharap menemukan tempat penginapan
.
.
.
.
TBC
ollaaaaa
minna-san ...
Chap 2
UPDETTTT nih ... *teriakpaketoa
Chap 2 ini
aku gatau mau bilang apa. Aku udah berusaha bikin alur yang sedemikian rupa
bahkan ending nya pun udah terfikirkan tapi mendadak buyar alhasil chap dua
mentok disana. Nah.. petualangan udah mau di mulai nih, aku ga tau adegan
romance nya mau di taro dimana tapi aku usahain ada moment sasusaku dan pair
lain nya. mohon sabar menunggu dan tetap kasih aku masukan dan semangat yaa
Uchiha Ouka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar