Selasa, 21 Oktober 2014

# Anime # Fanfiction

[Sasusaku] The Motel - Chapter 4





Title : Cemburu
The Motel
Chap 4
Genre : Horror, romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !!
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura, Naruto, Hinata, Ino, Sai, Temari, Shikamaru OC
Cast lain menyusul . . . .
Pair : Sasusaku
Warning : AU, OOC, abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. ”jangan berisik . nanti mereka dengar” “mereka? Mereka siapa?” “ada rahasia dalam rumah ini” “maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti” “dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari sini”. Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON’T LIKE, DON’T READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
.
.

Previous Chap


Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*
Prev Chap
Setengah jam berlalu, hinata bangkit dari rebahannya dan berjalan keluar kamar
“ Hinata-chan kau mau kemana? “ tanya Sakura. Hinata hanya melirik tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya dan ia kembali melangkah pergi.
BLAMM ..
Terdengar suara pintu di tutup. Sakura yang tak memasang curiga langsung menarik selimutnya dan mulai tertidur menyusul Ino dan temari yang sudah terlelap. Dalam tidurnya sakura mendengar suara pintu terbuka. Samar-samar sesosok bayangan masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, terdengar pintu kamar tertutup. Setengah sadar sakura merasa bahwa itu adalah Hinata nya. dia baru panik ketika keesokan paginya Hinata tidak ada di kamar bahkan barang-barangnya pun ikut lenyap.
.
.
.
Happy Reading..
.
.
MEREKA telah berkumpul di ruang makan, berbagai sajian pun telah di hidangkan. Sasuke, Naruto, Shikamaru, Kiba, Sai, Ino, temari, dan Sakura duduk berhadapan dengan karin berada di ujung. Perut yang lapar dengan beberapa sajian yang menggugah selera membuat mereka semakin tidak sabar untuk melahap sarapan pagi mereka. Terdapat udang BBQ, Nasi Goreng Seafood, Takoyaki, Salad buah, 9 gelas cammomile tea hangat serta beberapa buah sebagai dessert nya.
“ Mana tamu yang lainnya “ tanya sai
“ Mungkin pada belum bangun “ jawab Karin “ Tapi kali ini sarapan nya memang kami buat spesial untuk kalian. Oh ya kemana teman kalian yang satu lagi? “ semua mata tertuju pada para perempuan. Sakura mencoba menjelaskan “ Semalam Hinata-chan keluar kamar. aku tidak tau Hinata-chan mau kemana disaat aku tanya ia hanya melirik tanpa menjawab pertanyaan ku. Tak lama kemudian aku sempat mendengar suara pintu terbuka tapi aku tidak melihat nya hanya mendengar saja, ku fikir itu Hinata-chan yang sudah kembali. Yang jelas pagi ini dia tidak ada di kamarnya dan barang-barang nya pun ikut hilang. “
Naruto terlihat resah “ Kau yakin ia tak mengatakan sesuatu sebelum keluar kamar ? “ Sakura hanya mengangguk sebagai jawaban
“ Mungkin tidak kalau Hinata pulang? “ tanya Kiba.
Shikamaru menggeleng “ Itu tidak mungkin karna ia akan menumpang dengan siapa untuk pulang?. Ne, kalian sudah menghubungi nomor handphone nya? “
“ Sepertinya alat komunikasi tak ada yang berfungsi disini Shikamaru “ sahut Temari
“ Entah karna faktor cuaca atau faktor lokasi sehingga tidak ada sinyal “ sambung Ino
“ Baiklah itu kita fikirkan nanti, oya Karin-san bisa kami bertemu dengan montir anda ? “ tanya Sasuke datar
Karin meletakan sendok makannya dan beralih ke arah dapur “ baa-san tolong panggilkan montir kita “ tak lama, montir itupun datang. Seorang lelaki tua dengan pakaian yang tampak kotor dan wajah yang penuh keringat
 “ Ada apa Karin-sama ? “ tanya sang montir
“ Ah ini ada yang mobilnya ingin di servis “
Sasuke  berdiri “ Uchiha Sasuke “
“ Ah namaku Kabuto “
“ Hn “
.
.
_other place_
Hinata tersadar dari tidurnya. Dia mendapati dirinya dalam sebuah ruangan gelap dan pengap. Sambil memegangi kepalanya yang terasa berat, ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi namun hasilnya NIHIL, ia sama sekali tidak dapat mengingat kejadian sebelumnya.
Hinata terkejut ketika pandangan nya yang kabur melihat banyaknya kelelawar yang sedang tidur dengan posisi bergelantungan di langit-langit kamar. Dan ia semakin kaget begitu sesosok bayangan hitam tinggi besar mendekat ke arahnya. Ketika wajahnya terlihat jelas di matanya, ia berteriak histeris namun lehernya serasa tercekat sehingga tak ada suara yang keluar.
Ketika sosok itu menggigit lehernya, hinata kembali tak sadarkan diri. Tapi kali ini ia tak akan bisa bangun kembali.
_back to ruang makan_
Ketika acara makan selesai, sasuke dan kawan-kawan beranjak meninggalkan ruang makan dan melakukan aktifitasnya sendiri.
Gadis berambut soft pink itu tengah berdiri di balkon kamarnya. Dari raut wajahnya tampak sekali bahwa ia sedang berfikir keras. Semua terjadi begitu saja dan ketakutan nya pun menjadi nyata. Pertama tentang ketersesatan mereka di jalan, menemukan motel yang cukup membuat bulu kuduk berdiri, Hinata salah satu sahabat nya menghilang tanpa jejak dan setelah ini akan ada apa lagi? Tanpa ia ketahui seorang laki-laki tengah asyik memperhatikan sakura itu dari belakang, Sasuke yang menyadari sang objek tak kunjung sadar, dengan pelan ia menutup pintu kamar Sakura dan melangkah tenang menghampiri sang gadis pink nya.

<!-- more -->
GREPP
Sakura tersentak kaget saat mengetahui sepasang lengan kekar melingkar manis di pinggangnya. Ia menoleh dan mendapati pemuda raven beriris Onyx tengah memeluknya dari belakang dan seketika wajah nya memerah bak tomat. Ya, Sakura memang sudah tak asing lagi dengan perlakuan Sasuke yang satu ini, ia sering memperlakukan Sakura dengan sangat lembut secara tidak langsung apalagi saat mereka sedang berdua, sifat dingin dan angkuh Sasuke akan menguar entah kemana saat berhadapan dengan nya. yang ada hanya Sasuke dengan berjuta kelembutan. Terkadang ia akan memeluknya baik dari belakang, samping, maupun dari depan, atau ia hanya akan menatap intens kedua iris emerald nya, atau... ia akan mencium lembut kedua kening Sakura dengan sayang, dan di saat ia bertanya Sasuke hanya menjawab ‘ diam dan nikmati. Hanya aku yang boleh melakukan ini padamu. Karena kau milikku ‘. Dan Sakura pun tak menolak karna ia sendiri tak mengerti arti semua perilaku manis Sasuke ini. Dan ia pun tak yakin bahwa di balik itu semua sasuke menyimpan rasa istimewa dan menempatkan Sakura di tempat spesial di hatinya. Bolehkah sakura berharap?
“ Sedang melamunkan apa Sakura ? “ tanya Sasuke yang belum merubah posisinya memeluk
“ Tidak ada apa-apa Sasuke-kun, bukan hal yang penting “ kilah Sakura. Dan pemuda di belakang nya ini tau bahwa gadis pink itu berbohong
“ Kau yakin? “ Sasuke memutar tubuh Sakura untuk saling berhadapan, menatap intens kedua manik emerald Sakura, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan. Untuk beberapa saat tak ada yang berubah, mereka berdua hanya saling menatap manik lawan jenis nya
“ Tapi mata mu berkata lain Sakura “ ucap Sasuke jengah
“ A-aku.. hanya memikirkan Hinata. Kau tau Sasuke-kun? Feeling ku benar. Aku – “
GREP
Sasuke menghentikan ocehan frustasi Sakura dengan sebuah pelukan hangat. Usapan demi usapan tercipta demi membuat gadis di pelukan nya ini tenang
“ Apapun yang terjadi aku akan melindungimu. Jadi, tetaplah dalam pandanganku Sakura “ ucap Sasuke lembut
“ Tapi Sasuke-kun juga harus selamat. “ emerald itu menatap sayu ke dalam onyx Sasuke. Mengerti kegelisahan Sakura yang amat mendalam dengan sigap Sasuke mencium lembut kening nya.
Dari bawah, seorang gadis berambut merah berkacamata menatap tajam kearah Sakura. Dari awal rombongan sasuke berkunjung, ia memang sudah menaruh hati kepada Sasuke. Tangan putihnya mengepal dengan deru nafas tak terkendali hingga akhirnya ia memilih menghela nafas lelah dan pergi dari sana
.
.
“ Yoo teme abis darimana kalian berdua? “ seru Naruto yang kini sedang bercanda di ruang tengah
“ Hn “ Sasuke merebahkan tubuhnya di sofa dan memangku Sakura membuat gadis itu berblushing-ria
“ Yak!! Jangan bermesraan disini dong “ protes Temari dan Ino yang mulai mengerucutkan bibirnya
“ Hah.. Mendokusai “ sudah ketebak itu kata-kata siapa kan?
Sasuke menghiraukan protes teman-teman nya dan malah menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Sakura sambil menghirup dalam-dalam aroma menenangkan gadisnya
“S-sasuke-kuuuun~ “ Sakura mendesah geli membuat laki-laki disana mengerjap. Oh sungguh desahan tertahan Sakura benar-benar berbahaya bagi ‘adik’ mereka.
“ Sakura-san suara desahanmu membuat laki-laki disini menggila lho “
TOENG
Shit!! Sai kau sungguh terlalu. Tak tau kah ia bahwa nyawa laki-laki disini terancam gara-gara ucapan polos nya itu. Sasuke langsung memberikan tatapan membunuh andalan nya saat mendengar ucapan Sai yang kelewat jujur itu
“ O-oy sasuke hentikan aksi hentai mu itu “ keluh Temari
“ Aish kalian – “
“ Sudah Sasuke-kun~ “ dengan dengusan kasar Sasuke pun berhenti berbicara.
Keadaan kembali hening, biasanya jika keadaan seperti tadi Hinata selalu menjadi penengah tapi sekarang hinata menghilang dan mereka sadar bahwa hati mereka ada yang kosong
“ Daripada berdiam diri lebih baik kita menengok mobil van Kiba “ usul Shikamaru dan langsung di setujui oleh yang lainnya
Sesampainya disana mereka bisa melihat Kabuto yang sedang memperbaiki mobil Kiba
“ Apa penyakitnya Kabuto-san? “ tanya Kiba
Kabuto menjulurkan kepala nya dari kap mesin. Dia mengelap tangan nya yang kotor. “ parah kiba-kun. Mesin nya sama sekali tidak mau berputar “
“ Kenapa bisa begitu? “ tanya temari
“ Sakelar pengapiannya rusak dan sambungan aki nya juga terputus “ jelas kabuto
“ Lalu bagaimana? Kita tidak bisa kembali dong? “ tanya kiba resah
“ Mm.. saya sudah menyambung aki dan terminal-terminal starter nya dengan kabel langsung. Kemungkinan kontak nya harus di ganti dengan yang baru “
“ Yasudah, ganti saja kabuto-san “
Kabuto tersenyum “ Ban nya juga bocor kiba-kun. Harus di tambal “
“ Lakukan apapun yang kau bisa lakukan. Masalah harga tak perlu di pikirkan “ ucap sasuke datar dan berlalu pergi dengan teman-teman nya.
Kabuto menyeringai “ Orang kota yang bodoh... “
.
.
Malam ini mereka makan dalam diam, semuanya masih enggan membuka suara bahkan naruto yang dikenal berisik pun ikut bungkam. Hilangnya Hinata benar-benar membuat mereka terpukul.
“ Aku selesai “ semua menatap ke arah Sakura yang langsung pergi keluar motel
“ Habiskan makan kalian. “ kali ini Sasuke menyusul Sakura di ikuti Ino dan Sai
Sakura berjalan ke arah taman motel dengan tatapan kosong. Ia duduk di bangku taman tak jauh dari kamarnya
“ Hiks.. Hinata-chan “ satu isakan lolos meluncur dari bibir Sakura. Teman-teman nya hanya bisa menatap iba ke arah Sakura. Tak ada yang berniat mendekati gadis bersurai pink itu
“ H-hinata-chan.. hiks.. a-aku tau ini a-akan terjadi. Hiks.. s-sebelumnya a-aku punya firasat aneh. M-maafkan aku Hinata-chan “
Sasuke menghampiri Sakura di ikuti teman-teman nya dan mulai memeluk Sakura.
“ Masih ada kami Sakura-chan.. “ ucap Naruto lembut
“ Hn  “ – sasuke
“ Kami akan melindungimu “ – sai
“ Tetaplah bersama kami “ – ino
“ Hooaam... bersama akan lebih ringan Sakura “ – shikamaru
“ Kita semua akan pulang “ – kiba
“ Tutup luka itu dan bersenang-senanglah selagi bisa “ – temari
“ Hiks.. arigatou minna “ – sakura
.
.
Pagi membuka lembaran baru, matahari pun kian meninggi. Insiden hinata membuat mereka menaikkan tingkat kewaspadaan. Cuaca hari ini cerah di langit awan putih pun berkerumun dan tidak ada tanda-tanda akan turun hujan tapi kenapa disini tidak ada sinyal? Sasuke kesal.. sangat kesal. Kesabaran nya kian menipis tatkala itachi tak bisa di hubungi
Teme makan dulu “ tawar naruto
“ Nanti saja dobe “ tolak sasuke dengan datar nya. sakura yang melihat hal itu hanya menghela nafas lelah dan pergi menjauh
Akhirnya, sakura dan ino sarapan di kamarnya. Mereka masih bingung dengan menghilang nya hinata kemarin. Sungguh ini tidak bisa di terima akal sehat mereka
“ Kamu yakin kemarin malam hinata sudah masuk kamar, sakura? “
Sakura menggeleng “ Aku tidak begitu yakin, soalnya semalam aku tidur sangat nyenyak. Mungkin saja semalam aku hanya salah dengar, atau bisa jadi itu hanya mimpi “
Ino mengernyitkan alis nya bingung “ Sepertinya pertanda buruk ini kenyataan deh. Aku jadi merinding sendiri deh “
“ Ino-chan please deh.. jangan ganggu selera makan ku dong “ ucap sakura kesal. Pasalnya ia begitu menikmati makanan nya ini tapi mendadak unmood karena sahabatnya yang parno ini
“ Aku serius jidat. Coba kalian fikirkan mulai dari jalanan yang macet, kita yang kecelakaan sampai hinata yang entah dimana. Jangan-jangan benar kalau motel ini berhantu “ jelas Ino dengan nada ketakutan nya.
“ Stop! Bagus, Pig. Tiba-tiba saja perutku jadi kenyang sekarang “ Sakura meletakkan alat makannya dan Ino hanya tersenyum.
Tiba-tiba ponsel Sakura berbunyi. Di layar tertera nama Temari menelponnya.
Temari is calling...
Ino melirik sedikit dan seketika merebut ponsel Sakura. “ mau apa Temari menelponmu? “ Ino menekan tombol hijau dan segera tersambung
“ Temari, kenapa menelpon Sakura? “ hening. Tidak ada suara yang ada hanya desahan nafas seseorang di ujung sana
“ Hei Temari-chan? Kau dimana? “ sekali tak ada jawaban. Melihat itu Sakura merebut ponselnya dan mulai berbicara
“ Temari-chan ini aku Sakura, ada apa? “
Sebuah suara parau menginterupsi “ Pergi dari sini “
DEG
Suara nya terdengar dekat.. dekat sekali. Dengan pelan dua gadis tersebut menengok kebelakang dan mereka dapat melihat ponsel Temari baru saja jatuh ke kasur nya dengan kondisi aktif. Lalu kemanakah pemilik ponsel nya?
.
.
.
Dari balik jendela kamarnya, Kiba melihat Naruto yang sedang duduk berdua dengan Karin di atas gazebo yang terdapat di halaman samping. Tanpa ia sadari, hatinya terbakar cemburu dan tangan nya pun mengepal kuat. Apalagi setelah naruto yang kebetulan memergoki kiba mengintip kegiatan mereka malah menatap Kiba penuh tantang dengan seringaian untuk memanas-manasi Kiba. Kiba memalingkan wajahnya tanpa sengaja pandangan nya menubruk pada bangunan lain di sisi jalan yang jaraknya tak terlalu jauh dari motel. Dia menutup jendela dan keluar dari kamarnya
“ kau mau kemana Kiba? “ Shikamaru dan Sai yang baru masuk bertanya
“ keluar. Cari angin! Di kamar panas “ balas Kiba dingin meninggalkan tatapan heran. Shikamaru dan Sai berpandangan sebentar lalu saling mengangkat bahu
“ hati-hati Kiba “ teriak Sai dari kejauhan berharap sang empu mendengarnya. Ketika ingin menutup pintu kamar, kedua laki-laki tersebut di kagetkan dengan kedatangan Sakura dan Ino dengan wajah panik.
“ Kalian kenapa? “
“ Temari.. dia.. “
.
.
Di halaman samping tampak dua buah sejoli tengah duduk bersama, terlihat sekali bahwa karin sedang mengobati Naruto yang penuh luka.
“ Syukurlah hanya tergores kecil. Kau baik-baik saja naruto-san? “
“ Ah.. kalau hanya luka di kepala sih sudah biasa Karin-san. Hehehe “ naruto memberikan cengiran khas nya
“ Oh ya? “ Karin yang melihat cengiran Naruto tak dapat menyembunyikan senyum manisnya
“ aku serius! Dari SMP sampai SMA, aku sudah biasa tawuran sampai keluar masuk rumah sakit. Bukan hanya di kepala, tapi di seluruh tubuhku juga ada. Kau mau lihat? Ada bekas lemparan batu, tusukan pisau, tusukan obeng pun ada “ Karin tertawa mendengar Naruto yang dengan ceria menceritakan kenakalan nya.
Satu jam sudah mereka mengobrol dan akhirnya Naruto menyudahi acara bincangan nya.
“ Sankyu Karin-chan sudah merawatku. Oh ya nanti sore ku tunggu disini lagi ya “ Karin mengangguk dan tersenyum simpul.
“ Wah, kalau tau kau pintar mengobati luka begini, aku tidak akan keberatan menambahkan luka lagi. Siapa sih yang mengajarimu ? “
Lisa tersenyum kembali “ Tou-san ku seorang dokter bedah, dia lah yang mengobatiku “
Naruto mengangguk “ Sekarang dimana tou-san mu? “
“ Sedang dinas seminar di london “ jawab Karin
“ Sugoi.. Tentang apa? “ Naruto tampak berbinar mendengarnya
“ Kembali hidup normal dengan cangkok ginjal “ Naruto kembali mengangguk
“ Wah keren tuh,, jadi kalau sakit bisa berobat pada ayahmu siapa tau bisa gratis. Hehe bercanda. Lalu kaa-san mu? “
“ Dia meninggal waktu aku masih bayi. Kalau bukan karena koleksi foto dari ayah mungkin aku takkan mengenali wajah kaa-san. Sejak kecil aku hanya di beri tahu kalau nama nya adalah.. Elizabeth. “
.
.
Kiba sampai di bangunan itu. Bentuknya seperti sebuah pabrik tua yang sudah tak terpakai lagi. Dia membuka pintu besi secara perlahan membuat suara deritan pintu yang cukup keras. Rasa penasaran nya menuntun nya untuk terus berjalan masuk ke dalam. Sesampainya di dalam, Kiba tertegun melihat barisan mobil bekas yang telah rusak terparkir disana dan yang membuatnya heran adalah beberapa dari mobil itu pernah ia lihat sebelumnya, yaitu ketika mereka mulai berbelok untuk memotong jalan pintas.
Kiba yakin ia tak salah lihat lagipula ia hafal betul nomor seri mobil tersebut. Tapi kenapa mobil ini sudah sedemikian parah nya dan seolah-olah telah bertahun-tahun disini. Fikiran negatif mulai menyambangi otaknya. Naruto pernah cerita tentang mobil berhantu dan sejenisnya
“ Jangan-jangan... “
Kiba membalikkan badan nya untuk segera kabur dari sana tapi naas baginya karena sebuah benda tumpul sudah lebih dulu menghantam kepalanya. Kiba jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Di sampingnya Kabuto tersenyum dengan sebuah besi panjang penuh darah di genggaman nya.
.
.
.
TBC
Chapter 4 apdet minna-san..
Gimana chapter ini? Entahlah ada kemajuan atau gak. Ciel udah nyoba berfikir keras dan sesekali membaca lagi novel yang jadi sumber inspirasi ciel dan sempat baca novel horror lainnya akhirnya beginilah jadinya. Oya mengenai keluarga karin. Ayah nya orang jepang menikah dengan perempuan berdarah inggris bernama Elizabeth. Untuk orang tua karin ciel sengaja pake OC. Gapapa kan readers? Maaf kalau disini moment selain sasusaku nya ga ada aku lagi fokus ke pair mereka.. mungkin di chap depan aku hadirin pair lain tapi aku ga janji yaa..
Yosh!! Mind to RnR ? minta saran dan semangat nya yaa..

Uchiha Ouka



5 komentar:

  1. Balasan
    1. maaf lama yaa.. kemarin2 agak sibuk. ini udah di lanjut kok >> http://iceberry22.blogspot.co.id/2015/09/sasusaku-motel-chapter-5.html

      Hapus
  2. lanjutt :o aku jugabkin ff nih . mampir ke blog aku juga ya ffnirayesung.blogspot.com :D numoang promot thor :D

    BalasHapus
  3. waahh bikin ff juga yah?? okee aku akan mampir ^^ oyaa ini chap depan. maaf lama ya, kemarin2 agak sibuk >> http://iceberry22.blogspot.co.id/2015/09/sasusaku-motel-chapter-5.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyaa.. makasih mau mampir.. ff kamu bisa jadi inspirasi aku tau :D oke gapapaa..

      Hapus

Follow Us @soratemplates