Title : Cemburu
The Motel
Chap 4
Genre : Horror,
romance, friendship, dan sisanya tentukan sendiri ya !!
Rate : T
Cast : Sasuke, Sakura,
Naruto, Hinata, Ino, Sai, Temari, Shikamaru OC
Cast lain menyusul . .
. .
Pair : Sasusaku
Warning : AU, OOC,
abal, ngebingungin, gaje, Typo(s), jelek, alur pasaran, dll
Summary :: Shhh ! kamu
harus cepat-cepat pergi dari sini . . . !
Ia tersadar dari tidur
nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia mencoba mengingat apa yang
telah terjadi. ”jangan berisik . nanti mereka dengar” “mereka? Mereka siapa?”
“ada rahasia dalam rumah ini” “maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti”
“dengar, disini terlalu berbahaya. Sebaiknya kalian harus cepat pergi dari
sini”. Aargghh ... andai saja kami tak terjebak disini . . . [Bad Summary]
.
.
~DON’T LIKE, DON’T
READ~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
~NO BASHING, NO FLAME~
~AND DON’T COPY THIS FF WITHOUT MY PERMISSION~
.
.
Previous Chap
Happy Reading~
.
.
*_**The Motel**_*
Prev Chap
Setengah jam berlalu, hinata bangkit
dari rebahannya dan berjalan keluar kamar
“ Hinata-chan kau mau kemana? “ tanya
Sakura. Hinata hanya melirik tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya dan ia
kembali melangkah pergi.
BLAMM ..
Terdengar suara pintu di tutup.
Sakura yang tak memasang curiga langsung menarik selimutnya dan mulai tertidur
menyusul Ino dan temari yang sudah terlelap. Dalam tidurnya sakura mendengar
suara pintu terbuka. Samar-samar sesosok bayangan masuk ke dalam. Beberapa saat
kemudian, terdengar pintu kamar tertutup. Setengah sadar sakura merasa bahwa
itu adalah Hinata nya. dia baru panik ketika keesokan paginya Hinata tidak ada
di kamar bahkan barang-barangnya pun ikut lenyap.
.
.
.
Happy
Reading..
.
.
MEREKA telah berkumpul di ruang makan,
berbagai sajian pun telah di hidangkan. Sasuke, Naruto, Shikamaru, Kiba, Sai, Ino,
temari, dan Sakura duduk berhadapan dengan karin berada di ujung. Perut yang
lapar dengan beberapa sajian yang menggugah selera membuat mereka semakin tidak
sabar untuk melahap sarapan pagi mereka. Terdapat udang BBQ, Nasi Goreng
Seafood, Takoyaki, Salad buah, 9 gelas cammomile tea hangat serta beberapa buah
sebagai dessert nya.
“ Mana tamu
yang lainnya “ tanya sai
“ Mungkin
pada belum bangun “ jawab Karin “ Tapi kali ini sarapan nya memang kami buat
spesial untuk kalian. Oh ya kemana teman kalian yang satu lagi? “ semua mata
tertuju pada para perempuan. Sakura mencoba menjelaskan “ Semalam Hinata-chan
keluar kamar. aku tidak tau Hinata-chan mau kemana disaat aku tanya ia hanya
melirik tanpa menjawab pertanyaan ku. Tak lama kemudian aku sempat mendengar suara
pintu terbuka tapi aku tidak melihat nya hanya mendengar saja, ku fikir itu Hinata-chan
yang sudah kembali. Yang jelas pagi ini dia tidak ada di kamarnya dan
barang-barang nya pun ikut hilang. “
Naruto
terlihat resah “ Kau yakin ia tak mengatakan sesuatu sebelum keluar kamar ? “ Sakura
hanya mengangguk sebagai jawaban
“ Mungkin
tidak kalau Hinata pulang? “ tanya Kiba.
Shikamaru
menggeleng “ Itu tidak mungkin karna ia akan menumpang dengan siapa untuk
pulang?. Ne, kalian sudah menghubungi nomor handphone nya? “
“ Sepertinya
alat komunikasi tak ada yang berfungsi disini Shikamaru “ sahut Temari
“ Entah
karna faktor cuaca atau faktor lokasi sehingga tidak ada sinyal “ sambung Ino
“ Baiklah
itu kita fikirkan nanti, oya Karin-san bisa kami bertemu dengan montir anda ? “
tanya Sasuke datar
Karin
meletakan sendok makannya dan beralih ke arah dapur “ baa-san tolong panggilkan montir kita “ tak lama, montir itupun
datang. Seorang lelaki tua dengan pakaian yang tampak kotor dan wajah yang
penuh keringat
“ Ada apa Karin-sama ? “ tanya sang montir
“ Ada apa Karin-sama ? “ tanya sang montir
“ Ah ini ada
yang mobilnya ingin di servis “
Sasuke berdiri “ Uchiha Sasuke “
“ Ah namaku
Kabuto “
“ Hn “
.
.
_other
place_
Hinata
tersadar dari tidurnya. Dia mendapati dirinya dalam sebuah ruangan gelap dan
pengap. Sambil memegangi kepalanya yang terasa berat, ia mencoba mengingat apa
yang telah terjadi namun hasilnya NIHIL, ia sama sekali tidak dapat mengingat
kejadian sebelumnya.
Hinata terkejut
ketika pandangan nya yang kabur melihat banyaknya kelelawar yang sedang tidur
dengan posisi bergelantungan di langit-langit kamar. Dan ia semakin kaget
begitu sesosok bayangan hitam tinggi besar mendekat ke arahnya. Ketika wajahnya
terlihat jelas di matanya, ia berteriak histeris namun lehernya serasa tercekat
sehingga tak ada suara yang keluar.
Ketika sosok
itu menggigit lehernya, hinata kembali tak sadarkan diri. Tapi kali ini ia tak
akan bisa bangun kembali.
_back to
ruang makan_
Ketika acara
makan selesai, sasuke dan kawan-kawan beranjak meninggalkan ruang makan dan
melakukan aktifitasnya sendiri.
Gadis
berambut soft pink itu tengah berdiri di balkon kamarnya. Dari raut wajahnya
tampak sekali bahwa ia sedang berfikir keras. Semua terjadi begitu saja dan
ketakutan nya pun menjadi nyata. Pertama tentang ketersesatan mereka di jalan,
menemukan motel yang cukup membuat bulu kuduk berdiri, Hinata salah satu
sahabat nya menghilang tanpa jejak dan setelah ini akan ada apa lagi? Tanpa ia
ketahui seorang laki-laki tengah asyik memperhatikan sakura itu dari belakang, Sasuke
yang menyadari sang objek tak kunjung sadar, dengan pelan ia menutup pintu
kamar Sakura dan melangkah tenang menghampiri sang gadis pink nya.
<!-- more -->
<!-- more -->
GREPP
Sakura
tersentak kaget saat mengetahui sepasang lengan kekar melingkar manis di
pinggangnya. Ia menoleh dan mendapati pemuda raven beriris Onyx tengah
memeluknya dari belakang dan seketika wajah nya memerah bak tomat. Ya, Sakura
memang sudah tak asing lagi dengan perlakuan Sasuke yang satu ini, ia sering memperlakukan
Sakura dengan sangat lembut secara tidak langsung apalagi saat mereka sedang
berdua, sifat dingin dan angkuh Sasuke akan menguar entah kemana saat
berhadapan dengan nya. yang ada hanya Sasuke dengan berjuta kelembutan.
Terkadang ia akan memeluknya baik dari belakang, samping, maupun dari depan,
atau ia hanya akan menatap intens kedua iris emerald nya, atau... ia akan
mencium lembut kedua kening Sakura dengan sayang, dan di saat ia bertanya Sasuke
hanya menjawab ‘ diam dan nikmati. Hanya
aku yang boleh melakukan ini padamu. Karena kau milikku ‘. Dan Sakura pun
tak menolak karna ia sendiri tak mengerti arti semua perilaku manis Sasuke ini.
Dan ia pun tak yakin bahwa di balik itu semua sasuke menyimpan rasa istimewa
dan menempatkan Sakura di tempat spesial di hatinya. Bolehkah sakura berharap?
“ Sedang
melamunkan apa Sakura ? “ tanya Sasuke yang belum merubah posisinya memeluk
“ Tidak ada
apa-apa Sasuke-kun, bukan hal yang penting “ kilah Sakura. Dan pemuda di
belakang nya ini tau bahwa gadis pink itu berbohong
“ Kau yakin?
“ Sasuke memutar tubuh Sakura untuk saling berhadapan, menatap intens kedua
manik emerald Sakura, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan.
Untuk beberapa saat tak ada yang berubah, mereka berdua hanya saling menatap
manik lawan jenis nya
“ Tapi mata
mu berkata lain Sakura “ ucap Sasuke jengah
“ A-aku..
hanya memikirkan Hinata. Kau tau Sasuke-kun? Feeling ku benar. Aku – “
GREP
Sasuke
menghentikan ocehan frustasi Sakura dengan sebuah pelukan hangat. Usapan demi
usapan tercipta demi membuat gadis di pelukan nya ini tenang
“ Apapun
yang terjadi aku akan melindungimu. Jadi, tetaplah dalam pandanganku Sakura “
ucap Sasuke lembut
“ Tapi Sasuke-kun
juga harus selamat. “ emerald itu menatap sayu ke dalam onyx Sasuke. Mengerti
kegelisahan Sakura yang amat mendalam dengan sigap Sasuke mencium lembut kening
nya.
Dari bawah,
seorang gadis berambut merah berkacamata menatap tajam kearah Sakura. Dari awal
rombongan sasuke berkunjung, ia memang sudah menaruh hati kepada Sasuke. Tangan
putihnya mengepal dengan deru nafas tak terkendali hingga akhirnya ia memilih
menghela nafas lelah dan pergi dari sana
.
.
“ Yoo teme abis darimana kalian berdua? “ seru
Naruto yang kini sedang bercanda di ruang tengah
“ Hn “ Sasuke
merebahkan tubuhnya di sofa dan memangku Sakura membuat gadis itu
berblushing-ria
“ Yak!!
Jangan bermesraan disini dong “ protes Temari dan Ino yang mulai mengerucutkan
bibirnya
“ Hah.. Mendokusai “ sudah ketebak itu kata-kata
siapa kan?
Sasuke
menghiraukan protes teman-teman nya dan malah menenggelamkan kepalanya di ceruk
leher Sakura sambil menghirup dalam-dalam aroma menenangkan gadisnya
“S-sasuke-kuuuun~
“ Sakura mendesah geli membuat laki-laki disana mengerjap. Oh sungguh desahan
tertahan Sakura benar-benar berbahaya bagi ‘adik’ mereka.
“ Sakura-san
suara desahanmu membuat laki-laki disini menggila lho “
TOENG
Shit!! Sai kau sungguh terlalu. Tak tau kah
ia bahwa nyawa laki-laki disini terancam gara-gara ucapan polos nya itu. Sasuke
langsung memberikan tatapan membunuh andalan nya saat mendengar ucapan Sai yang
kelewat jujur itu
“ O-oy
sasuke hentikan aksi hentai mu itu “ keluh Temari
“ Aish
kalian – “
“ Sudah Sasuke-kun~
“ dengan dengusan kasar Sasuke pun berhenti berbicara.
Keadaan
kembali hening, biasanya jika keadaan seperti tadi Hinata selalu menjadi
penengah tapi sekarang hinata menghilang dan mereka sadar bahwa hati mereka ada
yang kosong
“ Daripada
berdiam diri lebih baik kita menengok mobil van Kiba “ usul Shikamaru dan
langsung di setujui oleh yang lainnya
Sesampainya
disana mereka bisa melihat Kabuto yang sedang memperbaiki mobil Kiba
“ Apa
penyakitnya Kabuto-san? “ tanya Kiba
Kabuto
menjulurkan kepala nya dari kap mesin. Dia mengelap tangan nya yang kotor. “
parah kiba-kun. Mesin nya sama sekali tidak mau berputar “
“ Kenapa
bisa begitu? “ tanya temari
“ Sakelar
pengapiannya rusak dan sambungan aki nya juga terputus “ jelas kabuto
“ Lalu
bagaimana? Kita tidak bisa kembali dong? “ tanya kiba resah
“ Mm.. saya
sudah menyambung aki dan terminal-terminal starter nya dengan kabel langsung.
Kemungkinan kontak nya harus di ganti dengan yang baru “
“ Yasudah,
ganti saja kabuto-san “
Kabuto
tersenyum “ Ban nya juga bocor kiba-kun. Harus di tambal “
“ Lakukan
apapun yang kau bisa lakukan. Masalah harga tak perlu di pikirkan “ ucap sasuke
datar dan berlalu pergi dengan teman-teman nya.
Kabuto
menyeringai “ Orang kota yang bodoh... “
.
.
Malam ini
mereka makan dalam diam, semuanya masih enggan membuka suara bahkan naruto yang
dikenal berisik pun ikut bungkam. Hilangnya Hinata benar-benar membuat mereka
terpukul.
“ Aku
selesai “ semua menatap ke arah Sakura yang langsung pergi keluar motel
“ Habiskan
makan kalian. “ kali ini Sasuke menyusul Sakura di ikuti Ino dan Sai
Sakura
berjalan ke arah taman motel dengan tatapan kosong. Ia duduk di bangku taman
tak jauh dari kamarnya
“ Hiks.. Hinata-chan
“ satu isakan lolos meluncur dari bibir Sakura. Teman-teman nya hanya bisa
menatap iba ke arah Sakura. Tak ada yang berniat mendekati gadis bersurai pink
itu
“ H-hinata-chan..
hiks.. a-aku tau ini a-akan terjadi. Hiks.. s-sebelumnya a-aku punya firasat aneh.
M-maafkan aku Hinata-chan “
Sasuke
menghampiri Sakura di ikuti teman-teman nya dan mulai memeluk Sakura.
“ Masih ada
kami Sakura-chan.. “ ucap Naruto lembut
“ Hn “ – sasuke
“ Kami akan
melindungimu “ – sai
“ Tetaplah
bersama kami “ – ino
“ Hooaam...
bersama akan lebih ringan Sakura “ – shikamaru
“ Kita semua
akan pulang “ – kiba
“ Tutup luka
itu dan bersenang-senanglah selagi bisa “ – temari
“ Hiks..
arigatou minna “ – sakura
.
.
Pagi membuka
lembaran baru, matahari pun kian meninggi. Insiden hinata membuat mereka
menaikkan tingkat kewaspadaan. Cuaca hari ini cerah di langit awan putih pun
berkerumun dan tidak ada tanda-tanda akan turun hujan tapi kenapa disini tidak
ada sinyal? Sasuke kesal.. sangat kesal. Kesabaran nya kian menipis tatkala itachi
tak bisa di hubungi
“ Teme makan dulu “ tawar naruto
“ Nanti saja
dobe “ tolak sasuke dengan datar nya.
sakura yang melihat hal itu hanya menghela nafas lelah dan pergi menjauh
Akhirnya,
sakura dan ino sarapan di kamarnya. Mereka masih bingung dengan menghilang nya
hinata kemarin. Sungguh ini tidak bisa di terima akal sehat mereka
“ Kamu yakin
kemarin malam hinata sudah masuk kamar, sakura? “
Sakura
menggeleng “ Aku tidak begitu yakin, soalnya semalam aku tidur sangat nyenyak.
Mungkin saja semalam aku hanya salah dengar, atau bisa jadi itu hanya mimpi “
Ino mengernyitkan
alis nya bingung “ Sepertinya pertanda buruk ini kenyataan deh. Aku jadi
merinding sendiri deh “
“ Ino-chan please deh.. jangan ganggu selera makan
ku dong “ ucap sakura kesal. Pasalnya ia begitu menikmati makanan nya ini tapi
mendadak unmood karena sahabatnya
yang parno ini
“ Aku serius
jidat. Coba kalian fikirkan mulai dari jalanan yang macet, kita yang kecelakaan
sampai hinata yang entah dimana. Jangan-jangan benar kalau motel ini berhantu “
jelas Ino dengan nada ketakutan nya.
“ Stop!
Bagus, Pig. Tiba-tiba saja perutku jadi kenyang sekarang “ Sakura meletakkan
alat makannya dan Ino hanya tersenyum.
Tiba-tiba
ponsel Sakura berbunyi. Di layar tertera nama Temari menelponnya.
Temari is calling...
Ino melirik
sedikit dan seketika merebut ponsel Sakura. “ mau apa Temari menelponmu? “ Ino
menekan tombol hijau dan segera tersambung
“ Temari,
kenapa menelpon Sakura? “ hening. Tidak ada suara yang ada hanya desahan nafas
seseorang di ujung sana
“ Hei Temari-chan?
Kau dimana? “ sekali tak ada jawaban. Melihat itu Sakura merebut ponselnya dan
mulai berbicara
“
Temari-chan ini aku Sakura, ada apa? “
Sebuah suara
parau menginterupsi “ Pergi dari sini “
DEG
Suara nya
terdengar dekat.. dekat sekali. Dengan pelan dua gadis tersebut menengok
kebelakang dan mereka dapat melihat ponsel Temari baru saja jatuh ke kasur nya
dengan kondisi aktif. Lalu kemanakah pemilik ponsel nya?
.
.
.
Dari balik jendela
kamarnya, Kiba melihat Naruto yang sedang duduk berdua dengan Karin di atas
gazebo yang terdapat di halaman samping. Tanpa ia sadari, hatinya terbakar
cemburu dan tangan nya pun mengepal kuat. Apalagi setelah naruto yang kebetulan
memergoki kiba mengintip kegiatan mereka malah menatap Kiba penuh tantang dengan
seringaian untuk memanas-manasi Kiba. Kiba memalingkan wajahnya tanpa sengaja
pandangan nya menubruk pada bangunan lain di sisi jalan yang jaraknya tak
terlalu jauh dari motel. Dia menutup jendela dan keluar dari kamarnya
“ kau mau
kemana Kiba? “ Shikamaru dan Sai yang baru masuk bertanya
“ keluar.
Cari angin! Di kamar panas “ balas Kiba dingin meninggalkan tatapan heran.
Shikamaru dan Sai berpandangan sebentar lalu saling mengangkat bahu
“ hati-hati
Kiba “ teriak Sai dari kejauhan berharap sang empu mendengarnya. Ketika ingin
menutup pintu kamar, kedua laki-laki tersebut di kagetkan dengan kedatangan
Sakura dan Ino dengan wajah panik.
“ Kalian
kenapa? “
“ Temari..
dia.. “
.
.
Di halaman
samping tampak dua buah sejoli tengah duduk bersama, terlihat sekali bahwa
karin sedang mengobati Naruto yang penuh luka.
“ Syukurlah
hanya tergores kecil. Kau baik-baik saja naruto-san? “
“ Ah.. kalau
hanya luka di kepala sih sudah biasa Karin-san. Hehehe “ naruto memberikan
cengiran khas nya
“ Oh ya? “ Karin
yang melihat cengiran Naruto tak dapat menyembunyikan senyum manisnya
“ aku
serius! Dari SMP sampai SMA, aku sudah biasa tawuran sampai keluar masuk rumah
sakit. Bukan hanya di kepala, tapi di seluruh tubuhku juga ada. Kau mau lihat?
Ada bekas lemparan batu, tusukan pisau, tusukan obeng pun ada “ Karin tertawa
mendengar Naruto yang dengan ceria menceritakan kenakalan nya.
Satu jam
sudah mereka mengobrol dan akhirnya Naruto menyudahi acara bincangan nya.
“ Sankyu Karin-chan
sudah merawatku. Oh ya nanti sore ku tunggu disini lagi ya “ Karin mengangguk
dan tersenyum simpul.
“ Wah, kalau
tau kau pintar mengobati luka begini, aku tidak akan keberatan menambahkan luka
lagi. Siapa sih yang mengajarimu ? “
Lisa
tersenyum kembali “ Tou-san ku
seorang dokter bedah, dia lah yang mengobatiku “
Naruto mengangguk
“ Sekarang dimana tou-san mu? “
“ Sedang dinas
seminar di london “ jawab Karin
“ Sugoi..
Tentang apa? “ Naruto tampak berbinar mendengarnya
“ Kembali
hidup normal dengan cangkok ginjal “ Naruto kembali mengangguk
“ Wah keren
tuh,, jadi kalau sakit bisa berobat pada ayahmu siapa tau bisa gratis. Hehe
bercanda. Lalu kaa-san mu? “
“ Dia
meninggal waktu aku masih bayi. Kalau bukan karena koleksi foto dari ayah
mungkin aku takkan mengenali wajah kaa-san. Sejak kecil aku hanya di beri tahu
kalau nama nya adalah.. Elizabeth. “
.
.
Kiba sampai
di bangunan itu. Bentuknya seperti sebuah pabrik tua yang sudah tak terpakai
lagi. Dia membuka pintu besi secara perlahan membuat suara deritan pintu yang
cukup keras. Rasa penasaran nya menuntun nya untuk terus berjalan masuk ke
dalam. Sesampainya di dalam, Kiba tertegun melihat barisan mobil bekas yang
telah rusak terparkir disana dan yang membuatnya heran adalah beberapa dari
mobil itu pernah ia lihat sebelumnya, yaitu ketika mereka mulai berbelok untuk
memotong jalan pintas.
Kiba yakin
ia tak salah lihat lagipula ia hafal betul nomor seri mobil tersebut. Tapi
kenapa mobil ini sudah sedemikian parah nya dan seolah-olah telah
bertahun-tahun disini. Fikiran negatif mulai menyambangi otaknya. Naruto pernah
cerita tentang mobil berhantu dan sejenisnya
“ Jangan-jangan...
“
Kiba
membalikkan badan nya untuk segera kabur dari sana tapi naas baginya karena
sebuah benda tumpul sudah lebih dulu menghantam kepalanya. Kiba jatuh
tersungkur tak sadarkan diri. Di sampingnya Kabuto tersenyum dengan sebuah besi
panjang penuh darah di genggaman nya.
.
.
.
TBC
Chapter 4
apdet minna-san..
Gimana
chapter ini? Entahlah ada kemajuan atau gak. Ciel udah nyoba berfikir keras dan
sesekali membaca lagi novel yang jadi sumber inspirasi ciel dan sempat baca
novel horror lainnya akhirnya beginilah jadinya. Oya mengenai keluarga karin.
Ayah nya orang jepang menikah dengan perempuan berdarah inggris bernama
Elizabeth. Untuk orang tua karin ciel sengaja pake OC. Gapapa kan readers? Maaf
kalau disini moment selain sasusaku nya ga ada aku lagi fokus ke pair mereka..
mungkin di chap depan aku hadirin pair lain tapi aku ga janji yaa..
Yosh!! Mind
to RnR ? minta saran dan semangat nya yaa..
Uchiha Ouka
Lanjut donk..
BalasHapusmaaf lama yaa.. kemarin2 agak sibuk. ini udah di lanjut kok >> http://iceberry22.blogspot.co.id/2015/09/sasusaku-motel-chapter-5.html
Hapuslanjutt :o aku jugabkin ff nih . mampir ke blog aku juga ya ffnirayesung.blogspot.com :D numoang promot thor :D
BalasHapuswaahh bikin ff juga yah?? okee aku akan mampir ^^ oyaa ini chap depan. maaf lama ya, kemarin2 agak sibuk >> http://iceberry22.blogspot.co.id/2015/09/sasusaku-motel-chapter-5.html
BalasHapushehe iyaa.. makasih mau mampir.. ff kamu bisa jadi inspirasi aku tau :D oke gapapaa..
Hapus